Misi Khusus Manusia

Segala makhluk yang ada di langit dan di bumi mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Semuanya menyimpan rahasia dan tujuan yang harus diungkap, serts digali agar tersibak rahasia keagungan Sang Pencipta.

Hal ini seperti dipaparkan oleh ar-Raghib al-Asbihani dalam kitab Adzariah ila Makarim as-Syariah bahwa Allah menciptakan manusia ke dunia ini mempunyai beberapa tujuan khusus, diantaranya:

Pertama, untuk memakmurkan bumi, seperti keterangan dalam Surat Hud:61 yang berbunyi:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ (61)

Artinya: Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)”.

Ibnu Kasir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari saripati tanah dan menjadikannya sebagai orang yang memakmurkan dan mengisinya dengan perbuatan baik, tak seperti orang-orang terdahulu yang telah melakukan dosa.

Kedua, untuk beribadah kepada Allah. Pada dasarnya manusia sebagai penghuni bumi ini tidak lain untuk mengabdi, menjalankan perintah-Nya sehingga harus terjalin hubungan yang intens diantara keduanya.

Ketiga, manusia berperan sebagai Khalifah (pemimpin) dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan petunjuk dari Allah manusia hendak mewujudkan keadilan di segala lini kehidupan. Hal ini sesuai keterangan dalam Surat al-A’raf:129

قَالُوا أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِن بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ (129)
Artinya:Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.
At-Tabari menjelaskan dalam tafsirnya bahwa Allah menjadikan mu sebagai pengganti umat sebelumnya yang telah dihancurkan oleh Allah.

Bila ketiga tugas khusus manusia itu tak terlaksana maka harga diri manusia akan jatuh lebih hina daripada hewan yang melata, maka dari itu manusia harus sadar akan tujuan diciptakannya, serta menambah ilmu agar semakin mengenal pencipta dan makhluknya sehingga terwujud sebuah tatanan kehidupan yang adil dan sentosa.

Kampus UGM, 17-10-2018

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *