Misi Nabi Mendekatkan Manusia Kepada Penciptanya - masholeh.com
0 views

Misi Nabi Mendekatkan Manusia Kepada Penciptanya

Salah satu akhlak terpuji yang dimiliki oleh Nabi Muhammad adalah memiliki jiwa Marhamah atau kasih sayang yang sangat tinggi, tidak hanya kepada orang mukmin saja, namun kepada semua manusia pada umumnya. Ini terbukti ketika beliau dihujani batu saat di Thaif, beliau tak langsung berdoa agar musuhnya dimusnahkan, tapi beliau mengedepankan masa depan orang yang mengintimidasinya maupun keturunannya agar mendapatkan hidayah.

Salah satu akhlak terpuji yang dimiliki oleh Nabi Muhammad adalah memiliki jiwa Marhamah atau kasih sayang yang sangat tinggi, tidak hanya kepada orang mukmin saja, namun kepada semua manusia pada umumnya. Ini terbukti ketika beliau dihujani batu saat di Thaif, beliau tak langsung berdoa agar musuhnya dimusnahkan, tapi beliau mengedepankan masa depan orang yang mengintimidasinya maupun keturunannya agar mendapatkan hidayah.

Bukti kasih sayang beliau tertuang dalam sebuah Hadits yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ ؟ قَالَ : إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً ). رواه مسلم

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, Ia berkata: dikatakan kepada Nabi: Berdoalah engkau untuk orang-orang Musyrik! lantas Nabi menjawab: Saya diutus bukan untuk melaknat, tetapi saya diutus sebagai Rahmat(penebar kasih sayang). (HR. Muslim).

Ali bin Sulthan al-Qari dalam kitab Mirqat al-Mafatih Syarah Misykatul Mashabih menjelaskan bahwa hadits ini berisi tentang Akhlak terpuji Nabi yaitu beliau bukan seorang pelaknat kepada orang non muslim, apalagi kepada umatnya yang beriman, tetapi Nabi sebagai penebar kasih sayang kepada siapapun bahkan kepada musuh-musuhnya. Dan berkat beliaulah azab Isti’sal(azab penumpasan) tak turun kepada orang non muslim yang memusuhinya seperti adzab yang ditimpakan kepada kaum Nabi-nabi terdahulu yang tak mau beriman, bahkan memusuhi Nabi mereka.

Imam Thayyibi menambahkan bahwa Nabi diutus untuk mendekatkan manusia untuk mengenal penciptanya, dan semakin meresapi Rahmat yang telah diturunkannya. bukan untuk menjauhkan dari-Nya. Maka dari itu kebiasaan melaknat sangat bertentangan dengan akhlak beliau.

Sifat yang demikianlah yang harus diikuti oleh umatnya agar selalu dalam koridor yang telah diajarkan beliau, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar sesama umat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.