Mukmin yang Paling Dicintai oleh Allah

Manusia yang paling mulia adalah orang yang mampu memberikan manfaat, kebaikan untuk dirinya sendiri dan orang lain baik dengan ilmu, harta maupun kemampuan yang dimilikinya. Ia senantiasa berusaha semaksimal mungkin tanpa menggantungkan diri kepada orang lain.

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «المؤمن القوي، خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، وفي كل خير احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء، فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان». رواه مسلم

Artinya: diriwayatkan dari Abi Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Dalam segala kebaikan, kamu harus semangat mendapatkan hal yang bermanfaat. Mintalah Pertama kepada Allah serta jangan sampai lemah. Jika kamu mendapatkan sesuatu maka jangan mengatakan seumpama aku melakukan ini maka akan begini  karena itu membuka pengaruh syaitan tetapi katakanlah semua atas izin Allah dan kehendak-Nya. (HR. Muslim).

Imam Suyuthi dalam Syarah Muslim menjelaskan maksud hadits diatas yaitu orang mukmin yang kuat mental dan fisiknya sehingga ia mampu menjalankan perintah agama seperti shalat, puasa, berbuat kebaikan kepada orang lain lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah secara fisik, ilmu pengetahuan, maupun yang lain. Sedangkan menurut Ibnu Alan dalam Dalil Al-Falihin menjelaskan bahwa orang yang kuat dalam menghadapi segala macam perlakuan orang lain baik maupun buruknya itu lebih dicintai Allah.

Dari penjelasan dapat diambil hikmahnya.
Pertama, umat Islam dianjurkan untuk menjadi pemenang dalam segala hal baik prilaku, ilmu pengetahuan, dan lainnya

Kedua, umat Islam dianjurkan untuk mandiri tak mudah menggantungkan kepada orang lain sehingga menjadi umat yang mulia.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *