Nasehat Imam Syafi’i tentang Etika Berbicara

Seringkali orang bertengkar cuma gara-gara masalah kecil misalnya saling ejek di media sosial (medsos) yang berimbas saling serang secara fisik, dan menjadi penyebab permusuhan antar warga, antar kelompok. Hal seperti ini yang akan mengancam keutuhan bangsa dan negara maka perlu menjaga hal ini

Seringkali orang bertengkar cuma gara-gara masalah kecil misalnya saling ejek di media sosial (medsos) yang berimbas saling serang secara fisik, dan menjadi penyebab permusuhan antar warga, antar kelompok. Hal seperti ini yang akan mengancam keutuhan bangsa dan negara.

baca juga: http://masholeh.com/penyebab-orang-dipenjara-akibat-lisan-tak-terjaga/

Permasalahannya adalah setiap individu atau kelompok kurang dalam mengontrol diri dan lisannya sehingga menyinggung orang lain. Solusi yang ditawarkan adalah agar semua elemen masyarakat menjaga diri untuk tak saling serang satu dan lainnya. Dalam hal ini Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan,

اﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻟﻜﻞ ﻣﻜﻠﻒ ﺃﻥ ﻳﺤﻔﻆ ﻟﺴﺎﻧﻪ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﻜﻼﻡ ﺇﻻ ﻛﻼﻣﺎ ﺗﻈﻬﺮ اﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﻓﻴﻪ، ﻭﻣﺘﻰ اﺳﺘﻮﻯ اﻟﻜﻼﻡ ﻭﺗﺮﻛﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺼﻠﺤﺔ، ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ اﻹﻣﺴﺎﻙ ﻋﻨﻪ، ﻷﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﻨﺠﺮ اﻟﻜﻼﻡ اﻟﻤﺒﺎﺡ ﺇﻟﻰ ﺣﺮاﻡ ﺃﻭ ﻣﻜﺮﻭﻩ، ﺑﻞ ﻫﺬا ﻛﺜﻴﺮ ﺃﻭ ﻏﺎﻟﺐ ﻓﻲ اﻟﻌﺎﺩﺓ، ﻭاﻟﺴﻼﻣﺔ ﻻ ﻳﻌﺪﻟﻬﺎ ﺷﺊ

Ketauhilah bahwa setiap orang mukallaf harus menjaga lisannya dari semua ucapan atau statmen kecuali bila ada maslahah (kebaikan) didalamnya. Bila dirasa sama manfaatnya antara bicara atau terdiam maka yang terbaik adalah terdiam lebih utama. Alasannya adalah kadangkala ucapan yang awalnya diperbolehkan mendatangkan hal yang diharamkan atau dimakruhkan. Ini seringkali terjadi di masyarakat. Dalam hal ini keselematan harus diutamakan tak ada yang menandinginya.

ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ: ﺇﺫا ﺃﺭاﺩ اﻟﻜﻼﻡ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﻔﻜﺮ ﻗﺒﻞ ﻛﻼﻣﻪ، ﻓﺈﻥ ﻇﻬﺮﺕ اﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﺗﻜﻠﻢ، ﻭﺇﻥ ﺷﻚ ﻟﻢ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺣﺘﻰ ﺗﻈﻬﺮ.

Imam Syafi’i berkata:”Ketika hendak berbicara maka berfikirlah terlebih dahulu, bila ada kebaikan di dalamnya maka berbicaralah, bila ragu-ragu maka jangan terburu-buru asal bicara sampai jelas tujuannya.

baca juga: http://masholeh.com/hijrah-seorang-muslim-belum-sempurna-bila-belum-melakukan-hal-hal-ini/

Dari penjelasan ini, sebagai seorang muslim harus menjaga lisan agar tak keblablasan yang pada akhirnya akan menimbulkan penyesalan. Begitu juga harus menjaga tangan dengan tak mudah memposting atau menyebarkan berita kebohongan karena dapat hal itu merugikan orang lain.

Leave a Reply