Nasehat Inspiratif Saqiq bin Ibrahim Supaya Menjadi Manusia Beruntung

Manusia sebagai penghuni bumi ini, memiliki kecenderungan untuk berbuat yang ia suka, atau melakukan hal-hal yang menguntungkan diri, keluarga, atau kelompoknya. Namun kadang perbuatannya tak sesuai dengan ucapannya. Ya itulah yang namanya manusia cepat berubah sesuai keadaan yang ia rasakan.

Dalam hal ini, Abu Al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip perkataan Syaqiq bin Ibrahim:

ﻭاﻓﻘﻨﻲ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎء ﻗﻮﻻ، ﻭﺧﺎﻟﻔﻮﻧﻲ ﻓﻴﻬﺎ ﻓﻌﻼ: ﺃﺣﺪﻫﺎ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﻟﻮا: ﺇﻧﺎ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻋﻤﻞ اﻷﺣﺮاﺭ، ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻗﺎﻟﻮا: ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻛﻔﻴﻞ ﻷﺭﺯاﻗﻨﺎ، ﻭﻻ ﺗﻄﻤﺌﻦ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺇﻻ ﻣﻊ ﺷﻲء ﻣﻦ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﻗﺎﻟﻮا: ﺇﻥ اﻵﺧﺮﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﻫﻢ ﻳﺠﻤﻌﻮﻥ اﻟﻤﺎﻝ ﻟﻠﺪﻧﻴﺎ، ﻭاﻟﺮاﺑﻊ ﻗﺎﻟﻮا: ﻻ ﺑﺪ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ اﻟﻤﻮﺕ، ﻭﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺃﻋﻤﺎﻝ ﻗﻮﻡ ﻻ ﻳﻤﻮﺗﻮﻥ

Artinya: Ada empat kesamaan pendapat manusia denganku, tetapi berbeda dalam mempraktekkannya. Pertama, mereka berkata: Kami adalah hamba Allah, tetapi mereka melakukan perbuatan para majikan. Kedua, mereka mengatakan bahwa Allah telah menjamin rizki, tetapi hati mereka tak tenang bila tak ada uang. Ketiga, mereka mengatakan akhirat lebih utama daripada dunia, tetapi mereka menumpuk harta untuk urusan dunia. Keempat, mereka mengaku akan mati, tetapi mereka melakukan perbuatan orang yang tak pernah mati.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa manusia pada hakikatnya cepat berubah dalam ucapan, prilaku maupun perbuatannya tergantung situasi yang mempengaruhinya. Ia memang makhluk yang berpikir realistis, dan maunya paraktis dalam menyelesaikan masalahnya, maka dari itu pentingnya berprilaku istiqamah dalam beramal menjadikan orang menjadi tegar dalam menghadapi perubahan kehidupan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *