Nasehat Izzudin bin Abdissalam: Jangan Membuat Pernyataan yang Membingungkan

Masyarkat sering dibuat bingung bahkan dibikin gempar oleh pernyataan seorang Ustadz, Ulama’ yang kurang bijaksana dalam menjelaskan atau menjawab permasalahan yang muncul di masyarakat sehingga tercipta konflik horizontal satu dengan yang lainnya, hal ini timbul dari diri ustadz yang ingin menyebarkan kebenaran sebagai dalihnya  namun cara yang digunakan tak sesuai, tak bijaksana bahkan menganggap sesat orang yang berbeda dengannya.

Kode etik seorang ustadz atau ulama’ adalah mengajarkan ilmunya kepada jama’ahnya sesuai kemampuan daya cerna, pemahaman yang mereka miliki dengan perlahan step by step. Ia tak boleh memaksakan masyarakat harus sesuai dengan keinginan dirinya. Ustadz, Ulama’ adalah penuntun, memberi pencerahan bukan kegaduhan, meluruskan kebenaran dengan cara yang benar bukan memaksakan kehendak dirinya.

Baca juga: http://masholeh.com/10-sifat-yang-harus-dimilik-seorang-ulama/

Izzuddin bin Abdissalam yang dikenal sebagai Sulthan Ulama’ dalam kitab Qawaid al-Ahkam memberikan nasehat yang sangat bijaksana agar tak menjelaskan pemahaman yang susah dipahami oleh masyarakat,

لا يجوز إيراد الإشكالات القوية بحضرة العوام، لأنه سبب إلى إضلالهم وتشكيكهم وكذلك لا يتفوه بهذه العلوم الدقيقية عند من يقصر فهمه عنها فيؤدي ذلك إلى ضلالته وما كل سر يذاع ولا كل خبر يشاع

Tak boleh membuat pernyataan, penjelasan yang sulit dipahami oleh orang awam atau masyarakat karena hal ini akan menjadi penyebab kesalahan (kesesatan), keraguan kepada mereka. Begitu juga tak boleh menjelaskan ilmu-ilmu yang terlalu dalam kepada orang yang belum mampu memahaminya karena mereka akan menjadi salah paham. Tak semua rahasia harus disebarluaskan begitu juga tak semua informasi harus di viralkan.

Baca juga : http://masholeh.com/izzuddin-bin-abdussalam-ulama-yang-mulai-belajar-di-usia-senja/

Dari sini, dibutuhkan kecermatan seorang Ustadz, Ulama’ akan kemampuan orang yang akan diajari, hal ini bertujuan agar ilmu, sebuah kebenaran tersampaikan kepada mereka secara baik dan benar sehingga masyarakat tak salah dalam memahami sebuah ajaran.

Baca juga : http://masholeh.com/ulama-yang-terkecoh-jamaahnya/

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *