Nasehat Umar bin Khattab: Walau Beda Pendapat, Persahabatan Tetap Harmonis - masholeh.com
0 views

Nasehat Umar bin Khattab: Walau Beda Pendapat, Persahabatan Tetap Harmonis

Hubungan persabatan yang baik adalah selalu menjalin komunikasi yang baik dengannya walau sekedar menanyakan kabar terutama dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju memudahkan untuk selalu intens dalam berkomunikasi.

ciri-ciri tawadhu'

ciri-ciri tawadhu'

Sahabat dekat, teman akrab, kawan bermain merupakan orang yang selalu bergaul , bermain, saling “curhat”  bahkan “ngopi-ngopi” bersama dengan kita. Mereka yang mengetahui segala keluh dan tawa kita. Ternyata mereka juga manusia yang mempunyai perasaan yang sama seperti yang kita rasakan, ia tak mau disakiti, seperti diri kita tak mau disakiti, ia ingin dimuliakan seperti halnya diri kita ingin dimuliakan orang, maka jangan sampai  menyinggung perasaan maupun hatinya karena akan merugikan diri kita sendiri.

Abu al-Barakat al-Ghazzi dalam kitabnya yang berjudul Adab al-Usyrah wa Dzikru as-Shuhbat mengutip perkataan Sahabat Umar bin Khattab:

ثلاث يصفين لك ود أخيك: أن تسلم عليه إذا لقيته، وتوسع له في المجلس، وتدعوه بأحب أسمائه إليه.

Ada tiga hal yang menambah erat hubungan persahabatan. Pertama, memberi salam ketika bertemu dengannya. Kedua, memberikan tempat kepadanya dalam sebuah majelis. Ketiga, memanggilnya dengan nama yang sukai.

baca juga: http://masholeh.com/tiga-nasehat-abdullah-bin-al-mubarok/

Dari sini dapat dipahami bahwa hubungan persabatan yang baik adalah selalu menjalin komunikasi yang baik dengannya walau sekedar menanyakan kabar terutama dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju memudahkan untuk selalu intens dalam berkomunikasi.

Seseorang akan selalu dihormati bila ia selalu memulai menghormati orang lain terlebih dahulu. Sayangnya manusia malu atau gengsi untuk memulainya, misalnya malu menyapa terlebih dahulu.

baca juga: http://masholeh.com/misi-islam-mengajarkan-kebaikan/

Pada hakikatnya manusia suka bila dipuji, dihargai terutama dengan panggilan yang ia sukai. Namun banyak orang memanggil teman, sahabat, kawan dengan panggilan yang tak pantas untuknya, misalnya dengan nama hewan, atau menggunakan nama yang bersifat tak baik dan tak pantas diucapkan.

baca juga: http://masholeh.com/bagaimana-islam-memandang-karma/

Itu semua bila dipraktekkan sebuah pertemanan atau persahatan akan semakin harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *