Kajian Islam

Orang Yang paling dekat dengan Nabi di hari Kiamat

Setiap orang pasti mempunyai tokoh yang diidolakan, baik sesosok Ulama’, Ustadz, Artis, atau tokoh lain yang menginspirasi dirinya untuk selalu berkembang, berinovasi dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

Ibarat seorang anak kecil selalu mengidolakan tokoh pemeran dalam film kartun yang ia selalu tonton, ia berupaya mengikuti tingkah polah tokoh tadi, dan mengimajinasikan dalam kehidupannya.
Begitu juga orang yang mengaku cinta kepada Allah, tapi tidak mengikuti perintah Nabinya sama saja ia berbohong kepada dirinya sendiri, dan cintanya sebatas retorika belaka.

Orang yang cinta kepada seseorang ia pasti banyak mengingatnya, serta melakukan apa yang diperintahkannya demi memenuhi keinginan kekasihnya.

Salah satu tanda seseorang cinta kepada Nabi Muhammad adalah selalu memperbanyak membaca shalawat, hal ini bertujuan sebagai rasa syukur atas nikmat Allah berupa diutusnya Nabi sebagai pembawa Rahmat keseluruh alam, juga sebagai penuntun dari zaman jahiliah menuju zaman ilmiah, dari zaman perbudakan menuju zaman kemerdekaan. Shalawat juga berfungsi sebagai permintaan Rahmat untuk dirinya sendiri karena pada hakikatnya Nabi Muhammad makhluk yang sempurna, bila dibacakan shalawat maka akan kembali kepada yang membacanya.

Orang yang akan dekat dengan Nabi pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca Shalawat kepadanya. Hal ini sesuai Hadits Nabi:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: “ﺃﻭﻟﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻋﻠﻲ ﺻﻼﺓ” ﻗﺎﻝ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ: ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ

Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya Rasulullah bersabda: Manusia yang paling dekat denganku adalah orang yang paling banyak membaca Shalawat kepadaku. Imam Turmudzi berkomentar bahwa Hadist ini merupakan Hadits Hasan.

Menurut al-Munawi dalam Fathul Qadir menjelaskan bahwa orang yang paling dekat dengan Nabi dan akan mendapatkan syafaatnya, serta banyak kebaikan adalah orang yang paling banyak membaca shalawat. Alasannya adalah orang yang memperbanyak menunjukkan adanya keyakinan yang benar, disertai niat yang baik, dan sebagai bukti kecintaan kepada Nabi.
Pada akhirnya orang yang memperbanyak shalawat langkahnya akan tepat, kehidupannya bertambah nikmat, dan diakhirat mendapatkan syafaat.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *