Pahala bagi Orang yang Mampu Meredam Emosi dan Cara Penanganannya - masholeh.com
1 views

Manusia memiliki kecerdasan tersendiri  dibandingkan makhluk yang lainnya. Ia mudah berinteraksi dengan sekitarnya terutama dalam menyesuaikan kondisi yang ia hadapi.

Dalam kondisi yang kurang baik saat terjepit, terhimpit ekonomi seseorang kadangkala meluapkan emosi, kemarahannya kepada orang lain bahkan orang yang tak bersalah sekalipun mendapatkan imbasnya. Dalam kondisi demikian seseorang dianjurkan untuk menahan emosi diri. Ini sesuai Hadits Nabi yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Riayadhu Sholihin,

عن معاذ بن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “من كظم غيظا، وهو قادر على أن ينفذه، دعاه الله سبحانه وتعالى على رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره من الحور العين ما شاء” رواه أبو داود، والترمذي

Artinya: Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda: Barangsiapa yang menahan emosi padahal ia mampu untuk melakukannya maka Allah akan memanggilnya dihadapan semua makhluk untuk memilih bidadari yang ia kehendaki. (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).

Menurut Imam Ibnu Alan dalam Dalil Al-Falihin menjelaskan hadits diatas berisi bahwa orang yang mampu menahan emosi dan bersabar sehingga nafsu dalam dirinya tak menguasainya maka dirinya akan mendapatkan kedudukan yang tinggi serta mendapatkan bidadari yang cantik jelita.

Nabi mengajarkan cara mudah untuk meredam emosi, kemarahan dengan berwudhu. Alasannya adalah emosi berasal dari pengaruh syaitan. Sedangkan Syaitan tercipta dari api maka untuk mengalahkannya harus dengan air. Maka ketika sedang emosi sebaiknya berseberangan mengambil air wudhu untuk memadamkannya. Hal ini sesuai hadist Nabi,

عن عطية رضي الله عنه قال قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الغضب من الشيطان وإن الشيطان خلق من النار وإنما تطفأ النار بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ رواه أبو داود

Dirinya dari Atiyah RA berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya kemarahan berasal dari Syaitan yang diciptakan dari api. Dan untuk memadamkannya harus dengan air. Bila sedang emosi maka bersegeralah untuk berwudhu. (HR. Abu Dawud).

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa orang yang mampu mengendalikan diri sehingga tak cepat emosi akan mendapatkan kedudukan mulia di hadapan Allah dan  selalu dicintai oleh semua makhluknya karena perilaku terpujinya yaitu mampu menahan amarahnya sehingga hidupnya semakin terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *