Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Tafsir Surat Al-A’raf: 26 tentang Pengertian Baju Takwa

Salah satu bentuk tradisi Arab Jahiliyah adalah mereka tawaf mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang, laki-laki tawafnya di siang hari dan perempuan dimalam hari. Hal ini dilakukuan karena mereka menganggap bahwa dirinya tak mau memakai baju yang sering dipergunakan untuk maksiat, Kemudian  turun Surat Al-A’raf: 26 yang berbunyi:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (26

Artinya:

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Syeh Nawawi al-Bantani dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Ayat ini turun sebagai pengingat akan nikmat Allah agar dipergunakan untuk kebaikan bukan untuk mengikuti langkah atau perintah syaitan.

Sedangkan menurut Imam Mawardi dalam Adab Ad-Dunya wa ad-Din menjelaskan bahwa Libas at-Taqwa ada enam pengertian, yaitu:

baca juga: Ini Bedanya Orang yang Beruntung dan Buntung

Pertama, Libas at-Taqwa berarti iman. Ini menurut Imam Qatadah dan Imam Suday.

Kedua, berarti amal shaleh. Ini menurut pendapat Sahabat Ibnu Abbas.

Ketiga, Sikap yang baik. ini menurut Sahabat Usman bin Affan.

Keempat, berarti takut kepada Allah. Ini pendapat Urwah bin Zubair.

Kelima, berarti sifat malu menurut Ma’bad al-Juhani.

Keenam, menutup aurat menurut Abdurrahman bin Zaid.

Pada hakikatnya tujuan berpakaian ada tiga. Pertama, untuk menghindarkan dari hal yang menyakitkan. Kedua, untuk menutup aurat. Ketiga, untuk keindahan.

baca juga: Masjid Dimana-mana, Namun yang Meramaikan entah Kemana

Dari sini jelas bahwa tujuan berpakaian tidak hanya menutup aurat saja namun penting kiranya menjaga hati dan nafsu agar tak mengikuti bisikan syaitan yang akan merugikan dirinya sendiri.
Dalam Tabaqat al-Aulia karya Ibnu al-Mulaqqin mengutip perkataan

ﻭﻗﺎﻝ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺳﻼﻣﺔ اﻟﻨﻔﺲ ﻓﻲ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻬﺎ ﻭﺑﻼﺅﻫﺎ ﻓﻲ ﻣﺘﺎﺑﻌﺘﻬﺎ

Imam Mansur bin Ammar Seseorang akan menjadi selamat bila tak mengikuti nafsu, sebaliknya ia akan celaka bila mengikutinya.

Maka dari itu, baju ketakwaan seseorang akan menjadi lengkap bila didasari ilmu dan amal perbuatan yang baik.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *