Ini Penjelasan tentang ‘Maqam Ibrahim’

Sebuah peradaban akan bertahan lama jika situs bersejarah dan peninggalannya masih dilestarikan  serta ajarannya masih dipakai sampai saat ini. Begitu juga umat islam akan bertambah besar bila mampu menghargai dan meneruskan para pendahulunya baik para Nabi dan sahabatnya juga penerus setelahnya.

Baca juga: https://masholeh.com/ini-alasan-penamaan-haji-akbar/

Salah satu situs bersejarah bagi umat Islam di sekitar Masjidil Haram adalah Ka’bah, Hijir Ismail juga maqam Ibrahim. Banyak orang yang tak mengetahui tentang maqam Ibrahim, mereka mengira situs ini sebagai tempat kuburan Nabi Ibrahim. Bahkan dalam al-Qur’an dianjurkan untuk shalat di dekat tempat itu seperti ayat yang berbunyi,

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah maqam Ibrahim tempat shalat… (QS. Al-Baqarah: 125).

Baca juga: https://masholeh.com/5-wasiat-nabi-saat-haji-wada/

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir-nya mengupas tentang situs sejarah berupa Maqam Ibrahim. Ia menjelaskan bahwa situs ini, ada tiga penjelasan.

Pertama, saat Nabi Ibrahim membangun ka’bah, ia tak mampu mengangkat bebatuan kemudian kakinya berdiri diatas batu yang bisa naik dan turun.

Baca juga: https://masholeh.com/ini-pahala-orang-yang-berhaji/

Kedua, ada seseorang yang datang dari Syam  dengan tujuan ziarah ke Makkah. Ia bersumpah kepada istrinya tak akan pulang sebelum sampai di Makkah. Sesampainya di tempat itu, Ibunya nabi Ismail berkata: “turunlah karena aku akan membasuk kepalamu, lantas orang tersebut tidak mau. Kemudian ibunnya Nabi  ismail membawa batu yang diletakkan disamping kanan orang tersebut dan meletakkan kakinya dibatu itu, lantas ibunya membasuh kepala dari samping kanan dan dari sebelah kiri. Dan pijakan kaki tersebut membekas siatas batu tersebut.

Ketiga, batu tersebut digunakan Nabi Ibrahim untuk berdiri saat memanggil panggilan untuk berhaji.

Baca juga: https://masholeh.com/pentingnya-mengenalkan-sejarah-kepada-anak-anak-kita/

Syeh Ibrahim An-Nakha’I yang dikutip oleh imam As-Sa’labi dalam tafsir-nya menyatakan bahwa maksud dari Maqam Ibrahim adalah Masjidil Haram. Sedangkan menurut Ibnu Asyur dalam Tafsirnya yang berjudul at-Tahrir wa-Tanwir berpendapat bahwa Maqam Ibrahim adalah ka’bah. Hal ini beralasan bahwa Nabi Ibrahim beribadah kepada Allah di sekitar ka’bah serta menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Tuhan).

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa islam menganjurkan untuk merawat dan melestarikan tempat-tempat bersejarah terutama para Nabi yang telah mengenalkan kebenaran, bahkan dianjurkan shalat di dekat Maqam Ibrahim. Hal ini bukan berarti kita menyembah Maqam Ibrahim atau menyembah Ka’bah, tetapi yang disembah adalah Allah Swt bukan kepada yang lain dengan mengikuti cara yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *