tertipu, emosi

Pentingnya Menahan Emosi dan Cara Mengendalikannya

Salah satu sifat terpuji yang selalu digaungkan oleh Agama adalah anjuran agar mampu mengendalikan emosi diri. Bahkan Rasulullah memberikan gambaran bahwa orang yang paling kuat bukan dilihat dari menang dalam sebuah pertandingan namun orang yang mampu mampu mengendalikan diri dari sifat marah atau emosi yang berlebihan.

Bila seseorang terlalu sering marah bahkan tak mampu mengontrol emosi dalam dirinya maka ia akan merasakan banyak kerugian untuk dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Pertama. Kerugian bagi dirinya sendiri seperti hilangnya kepercayaan diri dalam menatap masa depan dikarenakan pikirannya dipenuhi sifat emosi yang berlebihan sehingga tak mampu membedakan kebaikan maupun keburukan, ia juga tak mampu mengambil pelajaran dari segala kejadian yang ia alami. Padahal segala hal yang ia dapatkan bisa dijadikan Ibrah atau pelajaran yang sangat berharga dan bermakna.

Baca juga:

Agar Keimanan Menjadi Sempurna, Lakukanlah Tiga Hal Ini

5 Nasehat As Sirri As Siqti yang perlu Dicermati

Kedua. Akan merugikan orang lain. Orang yang sering emosi akan menganggap orang lain salah, tak sesuai sehingga mereka akan menjauhi dirinya. Terutama bila ia menjadi seorang pemimpin maka akan dijauhi bawahannya. Bila ia menjadi pejabat maka akan dimusuhi rakyat. Bila ia menjadi kepala rumah tangga maka ia akan dijauhi istri dan keluarga. Bila ia menjadi tokoh masyarakat maka akan dikucilkan oleh warganya bahkan bisa nekat melengserkannya.

Dalam sebuah hadist dijelaskan

عَنْ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ، دَعَاهُ اللهُ سُبحَانَهُ وَتَعَالى عَلَى رُؤُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ. رواه أبو داود، والترمذي، وقال: حديث حسن.

Artinya: Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas Radhiyallahu Anhu bahwasanya Nabi Muhammad bersabda:”Barangsiapa mampu meredam kemarahan
sedangkan dirinya mampu untuk melakukannya maka Allah akan memanggilnya dihadapan semua makhluk pada hari kiamat serta Allah akan memilihkan bidadari yang ia kehendaki. (HR. Abu Dawud dan Imam Turmudzi, ia berpendapat bahwa hadis ini termasuk hadis Hasan)

Menurut Imam Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan tentang orang yang mampu menahan emosi dan mampu mengarahkan nafsunya maka akan mendapatkan banyak keistimewaan diantaranya adalah Allah akan memberikan keyakinan dan keimanan dalam hatinya serta di akhirat akan mendapat kedudukan yang mulia dan ditemani banyak bidadari di sekelilingnya.

Salah satu cara untuk meredam emosi seseorang adalah dengan cara sering melakukan wudhu. Alasannya adalah emosi datangnya dari bisikan syaitan. Sedangkan syaitan diciptakan dari api. Untuk mengalahkannya harus sering-sering melakukan wudhu supaya emosinya menjadi terkontrol.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *