majelis ilmu

Pentingnya Mengenalkan Sejarah kepada Anak-anak Kita

Perjalanan hidup manusia dari masa ke masa selalu mengalami perubahan karakter, prilaku bahkan watak. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya alasan faktor politik kekuasaan yang bisa merubah tatanan kehidupan. Banyak orang rela membunuh orang lain disebabkan karena kepentingan jabatan atau ambisi kekuasaan.

Menurut Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya menjelaskan bahwa sejarah merupakan informasi tentang hal ihwal manusia sebagai makhluk yang memakmurkan alam ini.

Dalam sejarah umat manusia, ada beberapa golongan yang namanya diabadikan dan selalu dikenang karena kebaikan dan perjuangannya misalnya kisah para Nabi dan Rasul, orang-orang shaleh seperti Lukmanul hakim. Begitu juga banyak orang yang dikenal karena kejahatan, kebiadaban prilakunya seperti Fir’aun, Namrud. Semuanya menjadi Ibrah, pengalaman maupun petuah kehidupan bagi orang setelahnya.

Al-Qur’an sebagai kitab suci tidak hanya menjelaskan tentang urusan hukum halal dan haramnya saja, tetapi juga membahas tentang banyak sejarah umat-umat terdahulu. Hal ini sesuai keterangan dalam Surat Yusuf: 111 yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111)

Adapun Kisah-kisah didalam Al-Qur’an terbagi kedalam tiga kategori:

Pertama, Kisah para Nabi meliputi dakwah mereka kepada kaumnya, juga tentang mukjizat sebagai penguat dakwahnya serta dijelaskan para penentangnya dan fase perkembangan dakwahnya, misalnya kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad.

Kedua, Kisah yang menjelaskan kejadian yang langka terjadi seperti Kisah Jalut dan Thalut, Ashabul Kahfi, Dzulqarnain, Qarun dan lainnya.

Ketiga, Kisah yang terjadi semasa dengan Nabi Muhammad seperti kisah perang Badar, perangUhud, Perang Tabuk, juga tentang Kisah Isra’ yang dilakukan oleh Nabi

Kisah dalam Al Qur’an

Menurut Mana’ Al-Qattan dalam Mabahis fi Ulum al-Qur’an Kisah didalam Al-Qur’an bertujuan untuk:

Pertama, menjelaskan dasar-dasar dakwah Nabi Muhammad dan dasar Syariat Nabi terdahulu.

Kedua, menguatkan hati Nabi dan Umatnya akan kebenaran Agama Islam serta pertolongan Allah dan terkalahkannya segala kedzaliman.

Ketiga, Membenarkan adanya para Nabi sebelum Nabi Muhammad serta sebagai pengingat kisah mereka.

Keempat, Membenarkan dakwah Nabi Muhammad tentang kabar orang-orang terdahulu.

Kelima, sebagai ibarat atau petuah kehidupan yang dapat diambil pelajaran yang berharga.

Dari sini, penting kiranya orangtua mengenalkan kepada anak-anaknya sejarah bangsanya, tokoh-tokoh pejuang terutama yang menyebarkan ajaran Islam sehingga mereka tambah mengenal dan mampu melanjutkan perjuangan tanpa menghilangkan identitas bangsanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *