Penuhi Panggilan Keimanan, Dosamu akan Terhapus

Ketaatan merupakan kunci dari segala kesuksesan di dunia dan akhirat. Lawan dari ketaatan adalah kemaksiatan yang merupakan kunci segala kejahatan dan kerugian sebagai penyebab penyesalan yang mendalam. Untuk mengetahui untung dan rugi dalam urusan ibadah dan muamalah harus memakai ukuran syari’at islam. Syeh Izzudin bin Abdussalam yang dikenal Sulthan Ulama’ dalam Qawaid Ahkam pernah menjelaskan bahwa orang yang berpegang teguh kepada ajaran islam maka termasuk kekasih Allah (Wali).

Abdurrahman as-Sulami pengarang kitab Tabqat as-Sufiyah pernah menjelaskan bahwa:

لاَ يَتِمُّ الدِّيْنُ إِلَّا بِخَصْلَتَيْنِ : قَلْبٍ سَلِيْمٍ ، وَدِيْنٍ مُسْتَقِيْمٍ

Agama islam menjadi sempurna dengan dua hal. Pertama, memiliki hati yang baik. Kedua, mengamalkan ajaran agama secara baik dan konsisten.

baca juga: https://masholeh.com/saat-ulama-berbuat-kesalahan-bagaimana-menyikapinya/

Dalam sebuah ayat al-Qur’an, Allah berfirman:

رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (193

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (QS. Ali Imran” 193).

Menurut Syeh Abu Zahra dalam tafsirnya yang berjudul Zuharat at-Tafasir menjelaskan bahwa tafakkur (berfikir) dan berdzikir kepada Allah merupakan sarana untuk menguatkan sensifitas atau kepekaan terhadap sang pencipta yaitu Allah SWT.

baca juga: https://masholeh.com/baca-doa-ini-agar-diberikan-iman-yang-kuat/

Sedangkan menurut imam Ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa dalam ayat ini ada tiga permintaan. Pertama, agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Kedua, agar segala kesalahan dihapus oleh-Nya. Ketiga, permintaan agar saat meninggal dikumpulkan dengan orang-orang yang baik.

Syeh Muhammad al-Kisanzan dalam Mausuahnya mengutip perkataan Abu Hafs al-Haddad yang menjelaskan bahwa

كمال الدين في شيئين : في معرفة الله ، واتباع سنة رسول الله

Agama islam menjadi sempurna bila dua hal ini telah dilakukan. Pertama, mengenal Allah SWT (Makrifatullah). Kedua, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

baca juga: https://masholeh.com/tafsir-surat-ibrahim-27-tentang-cara-agar-diberikan-keteguhan-keimanan/

Dari penjelasan ini, orang yang mengikuti Sunnah Nabi Muhammad maka ia termasuk orang yang mengikuti panggilan keimanan sehingga dirinya akan menjadi manusia yang beruntung serta dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *