Penyebab Orang Dipenjara Akibat Lisan tak Terjaga

Memang betul Lisan tak bertulang, ia ibarat hewan buas yang siap menerkam mangsanya. Itu sebagai gambaran dari lisan yang tak terjaga, mudah menyakiti orang lain dengan kata-kata yang menusuk hati, mencabik-cabik perasaan, mengobrak-abrik harga diri seorang.

Menjelang Pilpres seperti ini, banyak orang yang mengeluarkan statement yang menyakiti orang lain, orang mudah mengkritik tanpa solusi tanpa dibarengi kecerdasan akal sehatnya, akibatnya isi ucapannya ini menyebabkan sengsara bagi dirinya.

Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengutip perkataan Abdullah bin Mas’ud RA:

ماﻣﻦ ﺷﻲء ﺃﺣﻖ ﺑﻄﻮﻝ اﻟﺴﺠﻦ ﻣﻦ اﻟﻠﺴﺎﻥ.

Tak ada sesuatu yang menyebabkan seseorang lama mendekam dipenjara kecuali dari Lisannya.

Dari sini pentingnya menjaga lisan agar diri kita selamat dari segala macam fitnah maupun intrik kehidupan. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi yang selalu menganjurkan untuk selalu menjaga lisannya.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭاﻟﻴﻮﻡ اﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮا ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ.( رواه البخاري)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW Bersabda:” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berkatalah yang baik atau lebih baik diam. (HR. Bukhari)

Hadist diatas mengkaitkan pentingnya menjaga lisan dengan keimanan seseorang, karena memang lisan kadangkala menjadikan seseorang rugi dunia akhirat karena mudah mencela Tuhannya, memfitnah saudaranya sendiri bahkan membully orang yang tak bersalah, maka dari itu Keimanan seseorang menjadi kontrol diri agar selamat dunia akhirat.
Bila masih belum bisa mengontrol lisannya maka sebaiknya diam saja, karena hal itu akan membawa ketentraman, keselamatan, dan kebahagiaan yang abadi.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *