Renungan

Penyebab Orang Menjadi Sedih

Setiap manusia pasti pernah merasakan kesusahan, kesedihan dalam hidupnya. Setelah beberapa waktu kemudian, kesedihan itu berubah menjadi sebuah kesenangan, semuanya datang silih bergantian. Hal ini sebagai ujian kepada manusia, ia mau bersyukur atau kufur, ia mau mengambil pelajaran atau membiarkannya saja.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Mizanul Amal menjelaskan bahwa penyebab manusia bersedih ada empat hal, yaitu:

Pertama, disebabkan karena keinginan yang lebih(syahwat) dalam urusan perut maupun urusan bawah perut. Seseorang akan menjadi gundah gulana bila sedang merasakan kekurangan harta benda atau materi, memang betul uang tak menjadi acuan segala-galanya, namun segala-galanya membutuhkan uang. Materi memang penting, namun jangan sampai membuat pikiran menjadi sinting akibat kerja yang terlalu pontang panting.

Kedua, kesedihan muncul berawal dari kehilangan sesuatu yang kita miliki atau sayangi terutama dalam urusan harta. Bila Harta benda hilang masih bisa dicari, namun bila harga diri sudah hilang susah kembali lagi. Maka beruntung orang yang selalu mengevaluasi dirinya.

Ketiga, Kesedihan muncul akibat terlalu memikirkan masa depan, ia selalu bertanya kepada dirinya, apakah ia termasuk orang yang beruntung atau orang Yang hidupnya terkatung-katung. Ketika teka-teki kehidupan yang ia jalani ini belum terjawab maka selama hidupnya akan selalu merasa sedih akan akhir hayatnya.

Keempat, seseorang akan selalu ketakutan berbalut kesedihan bilamana kesalahan ataupun prilaku buruk yang ia lakukan terbongkar, aibnya menjadi tersebar yang menjadikan hatinya selalu berdebar-debar.

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan yang memunculkan ketakutan yang luar biasa dalam dirinya, baik berkaitan materi maupun non materi, maka dari itu dibutuhkan sikap yang bijaksana dan selalu waspada agar hidup kita semakin bersahaja dan sentosa dengan selalu muhasabah diri setiap saat agar umurnya semakin berkah dan bermanfaat.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *