Sumber Petaka Yang Melanda Umat Manusia - masholeh.com
0 views

Sumber Petaka Yang Melanda Umat Manusia

Segala bentuk kejahatan tidak datang dengan sendirinya, tapi ada sebab musababnya yang melatarbelakanginya. Seseorang berani melakukan kejahatan karena ada motif yang ia lakukan, bisa karena kebutuhan ekonomi, iri hati atas keberhasilan orang lain, merasa diperlakukan semena-mena oleh orang lain atau faktor lain.

Segala bentuk kejahatan tidak datang dengan sendirinya, tapi ada sebab musababnya yang melatarbelakanginya. Seseorang berani melakukan kejahatan karena ada motif yang ia lakukan, bisa karena kebutuhan ekonomi, iri hati atas keberhasilan orang lain, merasa diperlakukan semena-mena oleh orang lain atau faktor lain.

Seseorang yang berasal dari keluarga baik belum tentu menjadi baik, bisa karena faktor lingkungan pergaulannya yang kurang mendukung disertai rendahnya pengawasan orang tua menjadikan dirinya salah pergaulan dan masuk lingkaran Syaithan.

Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip perkataan Abu Ali Arrudzabari:

ﺩﺧﻠﺖ اﻵﻓﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﺨﻠﻖ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ: ﺳﻘﻢ اﻟﻄﺒﻴﻌﺔ، ﻭﻟﻤﻼﺯﻣﺔ اﻟﻌﺎﺩﺓ، ﻭﻓﺴﺎﺩ اﻟﺼﺤﺒﺔ

Petaka yang melanda manusia disebabkan tiga hal. Pertama, mempunyai watak atau tabiat buruk. Kedua, memiliki kebiasaan buruk yang dilakukan terus-menerus. Ketiga, rusaknya pergaulan.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa tabiat buruk sangat dilarang dan harus dijauhi,  misalnya ketika seseorang  terbiasa mengkonsumsi  makanan dan minuman yang terlarang. Begitu juga kebiasaan buruk yang sering dilakukan misalnya mempunyai kebiasaan memandang dan mendengar hal-hal yang dilarang atau seringkali membicarakan kejelekan orang lain. Itu semua harus ditinggalkan karena akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Hal-hal diatas merupakan petaka yang mewabah dikalangan umat Islam khususnya sebagai penyebab sesama muslim bunuh membunuh, saling fitnah, saling menjelekkan satu dan lainnya. Bila ini dilakukan terus menerus maka umat Islam akan mengalami kemunduran seperti nama sebuah kitab yang dikarang oleh Syeh Sakib Arsalan yang berjudul “Limadza Ta’akhara al-Muslimun wa Taqaddama Ghairuhum” yang artinya mengapa umat Islam menjadi terbelakang dan Umat lain menjadi terdepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *