Rahasia dibalik Ujian Kehidupan

Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah SWT dalam berbagai hal dalam kehidupannya di dunia ini. Hal ini bertujuan agar manusia selalu berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga termasuk orang yang terbaik amal perbuatannya karena kehidupan dunia diibaratkan sebuah kompetisi yang akan dicapai para pemenangnya.

Allah tak akan memberikan beban, ujian kepada hambanya kecuali sebatas yang ia mampu melakukan, juga mampu menjalaninya. Abu Naim al-Asfihani dalam kitab Hilyat Al-Aulia mengutip perkataan dari Syeh Abu Bakar bin Thahir yang menyatakan,

في المحن ثلاثة أشياء: تطهير وتكفير وتذكير، فالتطهير من الكبائر والتكفير من الصغائر والتذكير لأهل الصفا

Dalam sebuah ujian terkandung tiga hikmah. Pertama sebagai bentuk penyucian (Tathir) dari dosa-dosa besar. Kedua, sebagai penghapus (takfir) dosa-dosa kecil. Ketiga sebagai peringatan bagi orang yang hatinya suci.

Dari penjelasan ini, dalam menghadapi ujian seharusnya didasari ilmu dan kesabaran yang tinggi sehingga akan mengalami kesuksesan dan beruntung dalam menghadapinya, tanpa keduanya niscaya ujian akan dianggap sebagai musibah, penghalang keberhasilan.

Imam Ibnu Ataillah al-Iskandari  dalam kitab Hikam menjelaskan bahwa kegagalan adalah hakikat keberhasilan, maka seyogyanya setiap manusia jangan sampai berputus asa karena hal itu akan merugikan dirinya sendiri.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *