Ini Rahasia dibalik Ujian Kehidupan - masholeh.com
0 views

Ini Rahasia dibalik Ujian Kehidupan

Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah SWT dalam berbagai hal dalam kehidupannya di dunia ini. Hal ini bertujuan agar manusia selalu berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga termasuk orang yang terbaik amal perbuatannya karena kehidupan dunia diibaratkan sebuah kompetisi yang akan dicapai para pemenangnya.

hadapi masalah

hadapi masalah

Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah SWT dalam berbagai hal dalam kehidupannya di dunia ini. Hal ini bertujuan agar manusia selalu berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga termasuk orang yang terbaik amal perbuatannya karena kehidupan dunia diibaratkan sebuah kompetisi yang akan dicapai para pemenangnya.

Manusia selalu berharap perjalanan hidupnya selalu mulus, dipenuhi dengan fulus, dan usahanya tak putus. Realitanya selalu berbeda dengan yang ada dibenaknya, hidup penuh lika-liku dan rintangan yang selalu menghadang. Maka seharusnya manusia harus selalu doa dan usaha dalam kondisi apapun, Al-Qur’an menyinggung akan prilaku manusia yang sering lupa, terutama dalam Surat Yunus: 12:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (12

Artinya: Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

baca juga Syafa’at Rasulullah di Akhirat yang penting Diketahui, ini Kategorinya

Syeh Nawawi dalam Tafsirnya yang berjudul Marah Labid menjelaskan bahwa Ayat ini menggambarkan bahwa manusia sangat kurang sabar ketika diuji bala’ (ujian), serta sedikit bersyukur tak kala bergelimang akan nikmat, atau hidup makmur. Ia akan memanjatkan doa tak kala sedang susah gundah gulana, namun ketika terlepas dari marabahaya, ia lupa akan segalanya.

Allah tak akan memberikan beban, ujian kepada hambanya kecuali sebatas yang ia mampu melakukan, juga mampu menjalaninya. Abu Naim al-Asfihani dalam kitab Hilyat Al-Aulia mengutip perkataan dari Syeh Abu Bakar bin Thahir yang menyatakan,

في المحن ثلاثة أشياء: تطهير وتكفير وتذكير، فالتطهير من الكبائر والتكفير من الصغائر والتذكير لأهل الصفا

Dalam sebuah ujian terkandung tiga hikmah. Pertama sebagai bentuk penyucian (Tathir) dari dosa-dosa besar. Kedua, sebagai penghapus (takfir) dosa-dosa kecil. Ketiga sebagai peringatan bagi orang yang hatinya suci.

Dari penjelasan ini, dalam menghadapi ujian seharusnya didasari ilmu dan kesabaran yang tinggi sehingga akan mengalami kesuksesan dan beruntung dalam menghadapinya, tanpa keduanya niscaya ujian akan dianggap sebagai musibah, penghalang keberhasilan.

Imam Ibnu Ataillah al-Iskandari  dalam kitab Hikam menjelaskan bahwa kegagalan adalah hakikat keberhasilan, maka seyogyanya setiap manusia jangan sampai berputus asa karena hal itu akan merugikan dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *