hidup nikmat, ar razi

Resep Hidup Bahagia menurut Imam Ar-Razi

Setiap manusia mendambakan kehidupan yang mulia di dunia hingga di akhirat. Untuk mendapatkannya dibutuhkan kerja keras serta doa yang selalu dipanjatkan karena tanpa keduanya niscaya kurang sempurna. Berapa banyak orang yang telah memiliki harta yang berlimpah namun kosong akan akan spiritual. Akhirnya mereka merasakan kegelisahan yang mendalam kadang sampai mengakhiri nyawanya.

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib mengutip lima petuah yang diberikan oleh Abdullah bin Mubarak agar mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Baca: http://masholeh.com/imam-ar-razi-mengumpamakan-ilmu-dengan-hujan-dari-lima-hal-ini/

الأول: اطلب العز في التواضع لا في المال

والعشيرة

Pertama, kemuliaan dengan sikap Tawadhu’ (rendah hati) bukan bangga atas banyaknya harta atau pengikut (follower).

Baca: http://masholeh.com/usaha-tak-mengkhianati-hasil/

والثاني: اطلب الغنى في القناعة لا في الكثرة

Kedua, Carilah kekayaan dengan didasari sikap Qana’ah (menerima)  bukan dengan banyaknya harta.

والثالث: اطلب الأمن في الجنة لا في الدنيا

Ketiga, Carilah rasa aman saat di surga bukan di dunia.

Baca: http://masholeh.com/agama-menganjurkan-kebaikan-tapi-melarang-berlebihan/

والرابع: اطلب الراحة في القلة لا في الكثرة

Keempat, carilah rasa nyaman saat kekurangan  bukan sedang bergelimang harta.

والخامس: اطلب منفعة العلم في العمل لا في كثرة الرواية

Kelima, Carilah manfaat ilmu dengan mengamalkannya bukan memperbanyak meriwayatkan ilmu saja.

Baca: http://masholeh.com/pernah-membayangkan-kenikmatan-akhirat-ini-penjelasannya/

Hal-hal diatas merupakan resep bahagia, bila dilakukan maka seseorang akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat. Maka dari itu, seseorang harus berusaha mengamalkannya agar mendapatkan keberkahan hidup.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *