Saat Berbuat Kebaikan, Jauhilah Empat Hal ini - masholeh.com
0 views

Allah memerintahkan kepada manusia agar berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, hal ini bertujuan sebagai bekal menunju akhirat karena dunia ini sebagai tempat untuk investasi menuju alam keabadian.

Ada beberapa hal yang perlu dicermati dan diteliti saat melakukan kebaikan yaitu berhati-hati agar tak terkena penyakit hati seperti pamer (riya’) atau memiliki rasa bangga terhadap amalan yang telah ia perbuat (ujub) maka tak akan diterima, sia-sia alias tak mendapatkan pahala.

Dalam hal ini, Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengingatkan empat hal saat berbuat kebaikan.

Pertama, memiliki kekhawatiran atas amalannya, diterima atau tidak oleh Allah, karena pada dasarnya Allah akan menerima amal ibadah orang yang bertakwa.

Kedua, Menjauhi sikap pamer (riya’), ingin dilihat oleh orang lain atau ingin mendapatkan kedudukan dihadapan manusia. Sikap ini akan menghancurkan pahala dan akan merasakan kerugian yang mendalam berupa tak bisa berjumpa dengan Tuhannya.

Ketiga, Khawatir tak bisa menjaga amal-amalan tadi, karena amal perbuatan membutuhkan keseriusan, serta menjaga konsisten agar tak hancur ditengah jalan.

Keempat, takut akan menjadi hina saat menjalankan ketaatan. Pada hakikatnya manusia mampu menjalankan ibadah atau kebaikan atas izin dan pertolongan dari Allah SWT.

Maka dari, perlu diperhatikan saat beramal untuk selalu menjaga diri, hati dari sikap atau perbuatan yang merugikan dirinya terutama dari penyakit hati yang selalu menggerogoti amalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *