Saat hendak Membaca Al-Qur’an, apakah Wajib Niat?

Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu ibadah yang utama bagi umat Islam, bahkan orang yang mempelajari dan mengajarkannya dianggap orang yang baik dan mulia disisi Allah dan Rasul-Nya. Ketika hendak membacanya, apakah wajib harus berniat terlebih dahulu?

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang utama bagi umat Islam, bahkan orang yang mempelajari dan mengajarkannya dianggap orang yang baik dan mulia disisi Allah dan Rasul-Nya.

Ketika hendak membacanya, apakah wajib harus berniat terlebih dahulu?

Dalam hal ini, Imam Suyuthi dalam kitab Al-Itqan berkomentar:

ﻻ ﺗﺤﺘﺎﺝ ﻗﺮاءﺓ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺇﻟﻰ ﻧﻴﺔ ﻛﺴﺎﺋﺮ اﻷﺫﻛﺎﺭ ﺇﻻ ﺇﺫا ﻧﺬﺭﻫﺎ ﺧﺎﺭﺝ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻼ ﺑﺪ ﻣﻦ ﻧﻴﺔ اﻟﻨﺬﺭ ﺃﻭ اﻟﻔﺮﺽ

Dalam membaca Al-Qur’an tak harus berniat terlebih dahulu seperti ketika membaca dzikir. Lain halnya bila seseorang bernadzar selain dalam shalat maka ia wajib berniat untuk membayar nadzarnya atau menunaikan kewajibannya.

Dari sini menjadi jelas bahwa sesuatu yang awalnya Sunnah bila ada nadzar maka hukumnya berubah menjadi wajib. Hal ini berlaku kaidah fikih yang cukup fenomenal yaitu:

الحكم يدور مع علته وجودا وعدما

Sebuah hukum bisa berubah sesuai ada atau tidaknya illat (alasan) yang melatarbelakanginya.

Namun demikian, ketika hendak membaca Al-Qur’an sebaiknya niat terlebih dahulu supaya menambah kekhusyukan dan keikhlasan yang mendatangkan keberkahan tersendiri.

Leave a Reply