Saat Melakukan Ibadah ini, Langkah Manusia Tercatat Paling Utama - masholeh.com
0 views
hikmah, siwak

hikmah, siwak

Allah Maha Adil membalas semua perbuatan hamba-Nya sesuai yang ia telah lakukan. Jika amalannya baik maka kebaikannya akan kembali kepada dirinya sendiri, sebaliknya kejahatan maupun keburukan yang telah dilakukan, ia yang akan merasakannya sendiri.

Imam Ramli dalam Fatawanya menjelaskan tentang saat melakukan hal ini maka langkah yang dilakukan manusia tercatat sebagai amalan terbaik,

ﺃﻓﻀﻞ ﺧﻄﻮاﺕ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺎ ﺗﻮﻗﻒ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺩاء اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺎﺕ اﻟﺨﻤﺲ ﺑﻨﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﺮاﺟﺢ ﺃﻥ ﺃﻓﻀﻞ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﺑﻌﺪ اﻹﻳﻤﺎﻥ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﺨﻤﺲ

Langkah paling utama yang dilakukan manusia adalah saat ia hendak mengerjakan shalat lima waktu. Hal ini berdasarkan bahwa ibadah yang paling utama setelah menyatakan beriman kepada Allah adalah mengerjakan shalat lima waktu.

Dari sini peranan shalat menjadi sangat penting karena sebagai tiang agama, jika seorang muslim tak mengerjakannya maka seolah ia merobohkan agamanya sendiri. Shalat sebagai kontrol diri dari hal-hal yang dilarang terutama yang akan merugikan dirinya sendiri di dunia dan akhirat.

Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya yang berjudul Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa orang yang menjaga shalatnya maka akan dijamin oleh Allah dari beberapa hal.

Pertama, shalat akan menjaga dirinya dari berbagai macam kemaksiatan dan segala kejahatan. Dari sini shalat sebagai tolok ukur seseorang mempunyai kepribadian baik atau tidak. Bila ada orang yang rajin shalat tetapi masih sering berbuat keonaran maka shalatnya dipertanyakan, bisa saja kurang syarat rukunnya atau kurang meresapi maknanya.
Di dalam surat Al-Ankabut:45 dijelaskan,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45

Artinya:”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 45)

Menurut Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa orang yang menjaga shalatnya maka akan dimudahkan dalam menjauhi segala macam kejahatan.

Kedua, Orang yang shalat akan dilindungi oleh Allah dari berbagai macam musibah maupun ujian kehidupan.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45

Artinya:”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 45).

Lebih lanjut Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa Allah akan menjaga dirinya serta memberikan pertolongan selagi ia mau menjaga shalatnya.

Ketiga, Shalat yang telah dikerjakan akan menjadi tameng untuk melindungi dirinya dan kelak akan memberi syafa’at kepada orang yang telah menjalankannya. Hal ini berdasarkan firman Allah,

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (110

Artinya:”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah:110)

Maka dari itu, orang yang menjaga shalatnya akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda serta akan mendapatkan keridhaan dan kasih sayang dari Tuhannya. Sebaliknya orang yang mengikuti langkah syaitan maka ia akan merasakan kerugian yang sangat mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.