Salah Amplop - masholeh.com
0 views

Salah Amplop

Seorang Kiai kondang diundang ke salah satu daerah di Jawa Barat, penampilan Kiai sangat sederhana, lebih keren ajudannya yang dipesan beliau untuk jalan di depannya. Ketika sampai di tempat pengajian, orang orang terpesona terhadap rombongan Kiai, mereka menyangka orang yang ditunggu itu berjalan paling depan dengan wibawa yang tinggi disertai baju khas seorang Kiai. Setelah dipanggil oleh pembawa acara, orang yang dikira kiainya tak kunjung ke podium, malah orang yang sederhana penampilannya yang naik ke podium, dan ternyata beliaulah Kiai yang ditunggu, kebanyakan orang salah menilai tentang sosok yang mereka tunggu

sedih

sedih

Seorang Kiai kondang diundang ke salah satu daerah di Jawa Barat, penampilan Kiai sangat sederhana, lebih keren ajudannya yang dipesan beliau untuk jalan di depannya. Ketika sampai di tempat pengajian, orang orang terpesona terhadap rombongan Kiai, mereka menyangka orang yang ditunggu itu berjalan paling depan dengan wibawa yang tinggi disertai baju khas seorang Kiai.

Setelah dipanggil oleh pembawa acara, orang yang dikira kiainya tak kunjung ke podium, malah orang yang sederhana penampilannya yang naik ke podium, dan ternyata beliaulah Kiai yang ditunggu, kebanyakan orang salah menilai tentang sosok yang mereka tunggu.

“Wah, ternyata Kiai yang kita tunggu bukan yang datang di depan rombongan ya, beliau sederhana sekali daripada santrinya.”tutur si Paijo dengan jamaah yang disampingnya.

“Iya betul, sederhana sekali ya,”sahut jamaah samping paijo.

Setelah Kiai kharismatik menyampaikan petuahnya, beliau berpamitan dengan panitia. Salah seorang yang ditunjuk memberikan amplop Kiai pun tidak tahu mana yang amplop untuk Kiainya dan untuk santrinya. Panitia tadi dengan asal saja memberikanya tanpa bertanya ke panitia yang lain, Ketika rombongan kiai sudah pulang, Santri sekaligus supirnya mampir ke SPBU untuk mengisi BBM, sang kiai membuka amplopnya untuk membayar pertamax yang telah selesai di isi, beliau keheranan melihat amplopnya cuma berisi 100.000, sejenak beliau berpikir mungkin salah kasih oleh panitianya.

“Kiai,  ada yang dicarikah?”tanya santrinya.

“Saya cari dompet untuk membayar pertamax, kok tidak ketemu ya, kamu melihatnya?”tanya kiai.

“Tidak usah repot kiai, saya saja yang bayar pertamaxnya, baru kali ini saya menerima amplop sebanyak ini,”tutur santrinya.

“Ha, emang berapa Nak?” tanya kiai.

“10 juta kiai, banyak amat, atau jangan jangan tertukar kali dengan amplop saya,”tutur santri.

“Di amplop saya cuma ada 100.000 saja,”Kiai menjelaskan.

Beberapa menit setelah itu, panitia menghubungi Sang Kiai, dengan permohonan maaf yang mendalam bahwa amplop Kiai tertukar dengan amplop santrinya yang dikira panitia sebagai penceramahnya. Panitia salah memberikan amplop dikarenakan tertipu akan baju yang beliau kenakan. Panitia pengajian ditegur oleh tokoh masyarakat, supaya tidak terulang lagi.

Akhirnya santri yang mendapat amplop lebih besar daripada kiainya memberikan amplop tadi kepada kiainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *