sanak kerabat, silaturrahmi
Hikmah

Salah Satu Tanda Kesempurnaan Iman Seseorang Mencintai Golongan Ini

Bila tak ingin disakiti maka jangan memulai menyakiti orang lain.

Orang baik (Sholeh) ialah orang yang mampu mengerjakan antara kewajiban yang berkaitan dengan Allah dan hambanya. Didalam orang yang beriman tak hanya ucapan semata, namun didasari hati yang tunduk menerima kebenaran dan diaplikasikan dalam kehidupan. Bila salah satu komponen tak dilakukan maka kurang sempurna keimanan seseorang, misalnya orang mengakui kebenaran Allah dengan lisan mengucapkannya disertai pengakuan hati yang mendalam belum dikatakan sempurna bila belum diamalkan dalam kehidupan.

Salah satu tanda orang yang Beriman adalah mencintai saudaranya. Ini bersifat umum walau beda pilihan presiden, beda partai, beda suku, beda pendapat sekalipun, ia harus menghormati, tak boleh menyakiti hatinya atau menjatuhkan harga dirinya. Hal ini sesuai Hadits Nabi,

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: “ﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ، ﺣﺘﻰ ﻳﺤﺐ ﻷﺧﻴﻪ ﻣﺎ ﻳﺤﺐ ﻟﻨﻔﺴﻪ.” (رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari sahabat Anas, Nabi bersabda: Keimanan seseorang belum dikatakan sempurna bila belum mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari).

baca juga: Ini Akibat Kebaikan yang tak Diletakkan Pada Tempatnya

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah mengatur tata cara kehidupan sesama orang yang beriman dengan cara saling menghargai, menghormati sehingga tercipta hubungan yang baik diantara mereka. Untuk menjaga agar hubungan menjadi baik adalah dengan menjaga hati masing-masing dari sifat tercela misalnya dengki, iri hati yang seringkali menjadi sumber konflik horisontal sesama manusia, lebih-lebih sesama orang mukmin.

Pada dasarnya manusia ingin dihormati, dimengerti, dipuja, disayangi namun itu semua tak akan terwujud bila masih mengedepankan ego masing-masing. Solusinya adalah harus berani memulai dari diri sendiri, bila ingin dihormati maka harus menghormati lebih dulu. Bila tak ingin disakiti maka jangan memulai menyakiti orang lain.
Maka dari itu diperlukan kesadaran dan rendah hati dalam bersikap sehingga tercipta hubungan yang harmonis sesama umat manusia.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *