doa, akhirat

Sanad Keilmuan Empat Madzhab sampai kepada Rasulullah

Kata “Ulama” merupakan jamak dari kata “Alim” yang berarti orang yang mengetahui atau berilmu. Sedangkan menurut Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Gaib menjelaskan bahwa orang alim adalah orang yang mengenal Allah (makrifat) juga memiliki rasa takut dan selalu berharap kepada-Nya, seperti dalam Ayat yang berbunyi:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ

Artinya:”Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”

Imam Ar-Razi memaparkan bahwa Ayat ini sebagai dalil bahwa orang alim derajatnya lebih tinggi daripada orang yang ahli ibadah. Derajat kemuliaan ini ia dapatkan karena ketakwaannya yang bersumber dari ilmu.

Imam Abdul Wahhab as-Sya’roni dalam kitab Mizan al-Kubra memaparkan sanad keilmuan empat Madzhab yang dikenal di dunia Islam bersambung sampai kepada Nabi Muhammad.

Pertama, Imam Abu Hanifah. Sanad keilmuannya dari Imam Atha’ dari Abdullah bin Abbas dari Rasulillah SAW dari Malaikat Jibril langsung dari Allah SWT Dzat pencipta alam semesta.

Kedua, Imam Malik. Sanad keilmuannya dari Imam Nafi’ dari Ibnu Umar dari Rasulillah SAW dari Malaikat Jibril langsung dari Allah SWT

Ketiga, Imam As-Syafi’i. Sanad keilmuannya dari Imam Malik dari Imam Nafi’ dari Ibnu Umar dari Rasulillah SAW dari Malaikat Jibril langsung dari Allah SWT.

Keempat, Imam Ahmad bin Hanbal dari Imam As-Syafi’I dari Imam Malik dari Imam Nafi’ dari Ibnu Umar dari Rasulillah SAW dari Malaikat Jibril langsung dari Allah SWT.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *