ilmu, nasehat

Santri Kepepet (vol.3) Mendadak Tenar

Cerpen

Alim merupakan anak pertama dari pasangan Allamah dan Faizah. Ia seperti anak yang lain, belajar, bermain namun salah satu sifatnya yang sering bikin ulah kepada santri-santri lain sehingga seringkali mendapat surat panggilan dari pihak pesantren.

Ibunya sering marah-marah karena tak tahan  sama tetangga karena ulah anak sulungnya yang seringkali membuat ulah di pesantren.

“Alim.., Sudah berapa kali
ibu dipanggil ke pesantren. Sebetulnya kamu ingin menjadi apa sih nak?”tanya sang ibu.

“Maaf Bu, saya memang salah, saya akan berubah.”

Seiring berjalannya waktu, alim merenung akan masa depannya. ia sadar sebentar lagi akan lulus dari pesantren. Ia berusaha mengubah pola hidupnya dan tersadar akan perkataan Kyai yang pernah menasehati dirinya.

baca juga: Santri Kepepet (vol.1)

“Alim, saat ini banyak orang yang menilai tentang dirimu, terutama kelakuan burukmu itu. Berubahlah Nak.”

“Langkah pertama yang harus saya lakukan apa Kyai?”

“Pertama, Kamu harus mempunyai komitmen untuk berubah. Kedua, tulislah segala kesalahanmu menjadi sebuah karya, baik berupa cerpen atau puisi karena itu akan selalu menginspirasi dirimu. Ketiga, Menulislah! karena dengan menulis, nama kamu dan orang tuamu akan menjadi baik serta hal itu sebagai bukti bahwa dirimu mampu merubah. Sadarlah bahwa dirimu bukan siapa-siapa, bukan anak pejabat apalagi anak konglomerat.”

“Siap kyai, saya akan mencobanya.” jawabnya dengan tulus.

Setelah beberapa hari, ia mulai berubah, kebiasaan buruknya  diganti dengan menulis dan menulis bahkan kadang ia lupa makan karena tak ada kiriman.

baca juga: Santri Kepepet (vol.2) Kepergok Bu Nyai dalam Mimpi

Seiring berjalannya waktu, karya demi karya sudah dipublikasikan. Orangtuanya yang awalnya selalu memarahinya kini terdiam seribu bahasa karena anaknya sudah berubah secara drastis. Bahkan yang mengejutkan, Ibunya mendapatkan surat dari penerbit yang berisi agar anaknya datang ke kantor penerbit guna menandatangani kontrak penerbitan karya-karya anaknya tersebut.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

http://www.masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *