Seorang Kyai pengasuh pesantren di kampung pernah berpesan kepada Alim  saat ia berpamitan hendak boyong dari pesantren:

“Le, kelak bila kamu sudah menjadi orang terpandang, tokoh masyarakat, jika mengahadapi siapapun, bersikap yang wajar saja ya, terutama saat sedang kepepet karena banyak orang yang suka, mengagumi sikap, dan cara berfikirmu, namun ketika kamu sudah berbeda dengan pendukung atau fansmu, maka mereka akan lari, berbalik mencelamu, bahkan mengintimidasimu.

Hal itu wajar saja, karena pada dasarnya manusia menyukai, senang dengan sesuatu yang sesuai dengan selera mereka, maka dari itu, sikapi dengan santai saja, tak perlu berkecil hati, yang penting kamu tetap baik akhlaknya, karena itu sebuah ujian untuk menaikkan derajatmu.”tuturnya sambil bercanda.

baca juga: Santri Kepepet (vol.4) Mendadak Dapat Surprise

“Iya, Kyai, Pesan engkau akan selalu saya ingat, bahkan sudah saya catat, karena isinya cukup mendalam, terutama untuk merespon segala hal yang akan terjadi di masa depan, terima kasih banyak kyai.”tuturnya sambil memandang wajah kyainya.

Setelah beberapa tahun kemudian,  Alim menjadi tokoh yang berpengaruh di kancah nasional, dan ia merasa petuah kyainya sesuai dengan realita yang ia hadapi saat ini.

Ia berfikir sejenak bahwa seorang guru kampung saja mampu merespon perubahan zaman dengan bijaksana dan cermat prediksinya, ternyata pemikiran kyai kampung ini sungguh luar biasa.

baca juga: Santri Kepepet (vol.3) Mendadak Tenar

Pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya untuk selalu bersikap yang wajar, biasa saja, serta tak mudah kagetan terutama saat kepepet pun agar bersikap tenang tak mudah mengeluh kepada orang lain apalgi dengan mengemis. Alasannya adalah seorang santri harus berpegang falsafah yang baik diantaranya walau kalah duit yang penting tak kalah wirid, walau kalah pangkat tapi tak lupa tirakat, walau lawanmu lebih kaya darimu yang penting tak kalah ilmu, apalagi dalam urusan percintaaan, cinta ditolak, wiridan tambah banyak, hilang satu, datang seribu bahkan yang menolak minta balikan.

Santri Kepepet (vol.5) Saat cinta ditolak, Wiridan tambah banyak
Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *