Sebelum Nabi Hijrah, Apakah Di Makkah sudah dikumandangkan Adzan?

Adzan adalah pemberitahuan akan masuknya waktu Shalat, terutama Shalat wajib mempunyai waktu-waktu tertentu, maka dianjurkan untuk untuk dikumandangkan Adzan. Ada pertanyaan yang menggelitik dibenak kita, Apakah Di Makkah sudah dikumandangkan Adzan?

Adzan adalah pemberitahuan akan masuknya waktu Shalat, terutama Shalat wajib mempunyai waktu-waktu tertentu, maka dianjurkan untuk untuk dikumandangkan Adzan. Ada pertanyaan yang menggelitik dibenak kita, Apakah Di Makkah sudah dikumandangkan Adzan?

Dalam kitab al-Hawi Lil Fatawa karya Imam as-Suyuti, beliau menjelaskan bahwa dimakkah belum pernah dikumandangkan Adzan, baik yang dilakukan Sahabat Bilal atau yang lain. Alasannya adalah bahwa Adzan baru disyariatkan setelah Nabi hijrah ke Madinah.

Hal ini seperti keterangan dalam Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:
عن اﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﻛﺎﻥ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺣﻴﻦ ﻗﺪﻣﻮا اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻳﺠﺘﻤﻌﻮﻥ ﻓﻴﺘﺤﻴﻨﻮﻥ اﻟﺼﻼﺓ ﻟﻴﺲ ﻳﻨﺎﺩﻯ ﻟﻬﺎ، ﻓﺘﻜﻠﻤﻮا ﻳﻮﻣﺎ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻓﻘﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: اﺗﺨﺬﻭا ﻧﺎﻗﻮﺳﺎ ﻣﺜﻞ ﻧﺎﻗﻮﺱ اﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ: ﺑﻞ ﺑﻮﻗﺎ ﻣﺜﻞ ﻗﺮﻥ اﻟﻴﻬﻮﺩ، ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻤﺮ: ﺃﻭﻻ ﺗﺒﻌﺜﻮﻥ ﺭﺟﻼ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻳﺎ ﺑﻼﻝ ﻗﻢ ﻓﻨﺎﺩ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ. رواه البخاري

Artinya: diriwayatkan dari Ibnu Umar, Ia berkata: Orang-orang Muslim ketika sampai di Madinah, mereka berkumpul, dan menunggu waktu shalat, namun tak ada yang menyeru untuk shalat, maka suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian sahabat memberikan saran untuk menggunakan lonceng seperti loncengnya orang Nasrani. Sebagian lagi berpendapat agar menggunakan terompet seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi.
Maka Umar berkata: tidaklah kalian mengutus seseorang untuk menyeru(adzan) untuk shalat, maka Nabi bersabda: Wahai Bilal, berdirilah dan kumandangkan Adzan untuk Shalat. (HR. al-Bukhari).

Dari keterangan ini menjadi jelas bahwa adzan baru disyariatkan setelah Nabi hijrah ke Madinah, yaitu pada tahun pertama hijriah.

Leave a Reply