masjid al aqsa

Sekitar Masjid Al-Aqsa Diperebutkan Banyak Pihak, Ternyata ini Tujuannya

Palestina…
Negeri para Rasul dan para Nabi
Tempat suci
Umat Yahudi Nasrani dan umat Islam
Jadi lamban
Kerukunan semua agama samawi

Diatas merupakan potongan lirik yang berjudul damailah Palestina yang pernah digemakan oleh qasidah Nasida Ria yang menggambarkan betapa  pentingnya palestina terutama sekitar komplek Masjid al-Aqsha yang selalu diperebutkan oleh tiga agama besar yaitu Yahudi, Kriten, Islam.

Wajar saja bila tempat itu menjadi daya tari tersendiri bagi pemeluk agama masing-masing. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan sekitar masjid al-Aqsha sebagai tempat yang diberkahi. Seperti dalam surat al-Isra’: 1 yang berbunyi

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1

Artinya:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Isra: 1)

Dalam permulaan surat Al-Isra diatas dijelaskan tentang perjalanan Isra’ Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram Mekkah menuju Masjid al-Aqsha Palestina yang sekelilingnya merupakan daerah yang diberkahi oleh Allah. Menurut Sayyid Thanthawi dalam tafsir al-Wasith menjelaskan penamaan Masjidil Haram karena ada beberapa hal diantaranya pertama, tidak diperbolehkan adanya pembunuhan atau peperangan. Kedua, tak diperbolehkan berburu di tempat tersebut. Ketiga, dilarang memotong atau mencabut pepohonan atau tumbuhan. Sedangkan penamaan Masjid al-Aqsha disebabkan jaraknya yang jauh dari Makkah lebih-lebih bila ditempuh dengan menaiki unta bisa menghabiskan berbulan-bulan. Imam al-Aluusi berpendapat bahwa penamaan al-Aqsha dikarenakan jaraknya yang jauh bila dinisbatkan dari  daerah hijaz.

Menurut Imam Khazin dalam tafsirnya yang berjudul Lubab at-Ta’wil fi Ma’ani at-Tanzil  menjelaskan bahwa alasan sekitar daerah masjid Al-Aqsha sangat diberkahi karena ada beberapa alasan. Pertama, tempat menetapnya para Nabi. Kedua, turunnya malaikat dan wahyu dari Allah. Ketiga, kiblat para Nabi sebelum lahirnya Nabi Muhammad.

Sedangkan menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hikmah isra’ menuju masjid al-Aqsa atau Baitul Maqdis diantaranya adalah tempat berkumpulnya ruh para Nabi, tempat turunnya wahyu kepada para Nabi dan Rasul maka Allah menambah kemulian kepada Nabi dengan mengunjunginya serta menjadi imam shalat dengan mereka.

Imam Baidhawi dalam tafsirnya menjelaskan alasan sekitar baitul maqdis diberkahi oleh Allah dari tinjauan urusan agamaseperti tempat ibadah dan turunnya wahyu mulai dari zaman nabi Musa maupun dunia seperti banyaknya pepohonan maupun air sungai yang mengalir.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa pentingnya menjaga situs sejarah yang berharga sebagai pengenalan identitas dan eksistensi yang tak terbatas serta sebagai pemetaan konflik yang muncul ke permukaan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *