mencela orang meninggal

Setelah Mayyit Dikuburkan, Ini Perintah Nabi yang Sering Dilupa

Islam menganjurkan kepada umatnya untuk saling memupuk kepedulian antar sesama umat manusia khususnya kepada sesama muslim. Ini tercermin saat ada muslim yang meninggal dunia. Sebagian mereka berkewajiban untuk mengurus jenazahnya bahkan setelah dimakamkan pun ada hal-hal penting yang harus dilakukannya seperti mendoakannya agar dosanya terampuni.

Hal ini sesuai Hadits Nabi seperti yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Riayadhu Sholihin,

عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه، وقال: “استغفروا لأخيكم وسلوا له التثبيت فإنه الآن يسأل “. رواه أبو داود

Artinya: Diriwayatkan dari Usman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata: Bahwasanya Nabi Muhammad SAW setelah menguburkan mayyit lalu beliau berdiri diatas kuburnya. Dan berkata:”Mintalah ampunan untuk saudaramu dan mintakanlah ketetapan hati karena saat ini dia akan ditanya oleh malaikat. HR. Abu Dawud).

Dari penjelasan hadits diatas, Nabi berpesan kepada umatnya bila ada yang meninggal dunia setelah jenazah dimakamkan untuk melakukan beberapa hal.

Pertama. Memintakan ampunan kepada orang tersebut. Imam Ibnu Alan dalam Dalil Al-Falihin menjelaskan alasan untuk memintakan ampunan dikarenakan doa dari orang lain sangat bermanfaat bagi orang yang telah meninggal.

Kedua. Meminta agar diberikan Keteguhan hati saat ditanya malaikat setelah dikuburkan. Menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa keteguhan hati (Tasbit) ada tiga kategori. Pertama. Allah mengajarkan kebenaran kepada dirinya sehingga mudah menjawab pertanyaan malaikat. Kedua. Allah menghilangkan ketakutan saat ditanya malaikat. Ketiga, Allah memperlihatkan surga kepada dirinya sehingga kuburannya seperti pertamanan surga.

Dari penjelasan ini, penting kiranya saat menghantarkan jenazah sampai pemakaman tak terburu-buru pulang sampai mendoakan orang yang meninggal terlebih dahulu.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *