Fitnah Akhir Zaman: Penyebab Hancurnya Agama

Siksa Neraka yang Paling Ringan Seperti Ini

Kita pasti auto merinding jika mendengar siksa neraka. Padahal belum tahu siksanya apa saja. Tapi sepertinya sudah tersugesti bahwa siksa neraka merupakan azab yang sangat berat. Padahal mungkin kadang kita merasa ujian dalam hidup kita sudah sangat cukup berat.


Bahkan saat mendengar siksa neraka kita auto taat, auto istighfar, auto minta ampun kepada Allah. Setelah itu? Ya sudah lewat lagi saja. Skip dalam pikiran.


Astaghfirullahaladzim.


Perlu diketahui, ada siksaan yang paling ringan dalam neraka. Apa itu?

إِنَّ النُّعْمَانِ بنِ بَشِيرٍ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يقول: « إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَاباً يَوْمَ الْقِيامَة لَرَجُلٌ يُوضَعُ في أَخْمَصِ قَدميْهِ جمْرَتَانِ يغْلي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ مَا يَرى أَنَّ أَحداً أَشَدُّ مِنْه عَذَاباً ، وَإِنَّه لأَهْونُهُمْ عذَاباً » متفق عليه

Dari an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:“Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat itu adalah seseorang yang di bahagian bawah kedua kakinya diletakkan dua buah bara api yang dengannya itu dapat mendidihlah otaknya. Orang itu tidak meyakinkan bahawa ada orang lain yang lebih sangat siksanya daripada dirinya sendiri-jadi ia mengira bahawa dirinya itulah yang mendapat siksa yang terberat, padahal orang itulah yang teringan sekali siksanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Syaikh Mahir Ahmad dalam bukunya, an-Naaru menyebutkan bahwa siksa di dalam neraka akan selalu ditambah, tidak akan pernah dikurangi juga tidak akan pernah berhenti. Sebagaimana firman Allah dalam surat an-Naba:30

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا


Artinya: “Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.”

Tidak ada pertolongan dalam siksa kecuali ditambah lagi siksaan untuknya pada saat itu.


Na’udzubillah

Siti Rohimah, S.S.I

Seorang yang tertarik di bidang sastra dan literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *