Strategi Dakwah Nabi, Mengenalkan Ajaran Islam yang Mudah dan Ringan Terlebih Dahulu

Islam mudah diterima semua kalangan baik dari pejabat atau rakyat, konglomerat atau orang melarat, kalangan akademis atau pengemis, golongan raja atau kasta sudra, kalangan orang kaya atau yang tak mempunyai biaya, golongan ahli ibadah atau ahli bid’ah, golongan orang besar atau yang hidupnya kesasar, anak kecil atau yang hidupnya terpencil. Semua mudah menerima ajarannya karena misi Islam tak memberatkan tapi meringankan.

Izzuddin bin Abdussalam dalam Qawaid al-Ahkam menjelaskan beberapa contoh ajaran Islam yang sangat mudah dan relevan sehingga banyak yang berbondong-bondong memeluk ajarannya.

Pertama, Allah tak mewajibkan shalat lima waktu pada masa awal Islam tetapi kewajibannya ini setelah Nabi melakukan Isra’ dan Mi’raj. Hal ini dilakukan agar orang yang baru memeluk Islam tak merasa keberatan akan ajaran barunya.

Kedua, Perintah puasa tak diwajibkan saat periode awal islam agar umat saat itu tak lari dari ajarannya.

Ketiga, kewajiban zakat juga tak ditetapkan diawal Islam tetapi setelah Nabi hijrah ke Madinah.

Keempat, kewajiban jihad juga dilakukan setelah jumlah umat Islam semakin banyak, serta setelah mereka banyak diintimidasi.

Kelima, Batasan menikahi empat perempuan diawal Islam tak dilakukan karena orang non muslim akan merasa keberatan akan hal itu. Dampaknya mereka tak akan mahu memeluk Islam.

Dari sini, Islam mudah diterima karena ajarannya sangat meringankan orang yang hendak memeluknya serta tak ada beban yang memberatkan. Maka dari itu, Umat Islam hari ini harus banyak belajar strategi yang dilakukan oleh Nabi dan sahabatnya agar ajaran Islam semakin berkembang dan diterima semua kalangan.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *