Sudah Benarkah Cara Beragama kita? Telaah Tafsir Surat Al Ma’un

Fenomena saat ini, sebagian masyarakat  mulai sadar dengan ajaran agama. Namun sayangnya tak dibarengi dengan sikap yang bijaksana dalam mempraktekkan ajaran agamanya. Seharusnya dalam mempraktekkan ajaran harus step by step sesuai kemampuan dirinya, dari yang paling mudah terlebih dahulu sehingga ia mampu istiqamah dalam menjalankannya.

Berapa banyak orang yang rajin beribadah kepada Tuhannya  namun sama tetangganya sudah tak tegur sapa. Berapa banyak orang yang sering ke masjid tetapi bukan karena dasar takwa tetapi didasari oleh hawa nafsunya. Berapa banyak orang mengenakan simbol Islam tetapi prilakunya bertentangan dengan ajaran agamanya.

Jadi, ibadah yang berkaitan dengan Allah sangatlah penting, tapi hubungan muamalah dengan sesama manusia juga tak kalah penting. Berapa banyak ayat yang menjelaskan tentang perintah shalat selalu berbarengan dengan perintah zakat?

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang berkaitan dengan Allah akan menjadi sempurna saat seseorang juga mampu mengkombinasikan dengan ibadah yang berkaitan dengan sesama terutama kepedulian kepada sesama.

Baca juga: Tafsir Surat Yunus 12: Saat Menghadapi Ujian Hidup maka…

Dari sini, sikap seorang mukmin harus mempertanyakan kepada dirinya, apakah cara mempraktekkan ajaran agamanya sudah sesuai dengan tuntunan atau belum?

Dengan demikian perlu kiranya kita menelaah lebih dalam tentang penjelasan isi surat Al Ma’un. Menurut Sahabat Abdullah bin Abbas dalam tafsir Tanwir Al Miqbas  menjelaskan turunnya surat ini berkaitan dengan Ash bin Wail As Sahmi yang tak percaya akan hisab atau perhitungan amal pada hari kiamat.


أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

Artinya:
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?(1) Itulah orang yang menghardik anak yatim (2) dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(3) Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat (4) yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (5) orang-orang yang berbuat riya (6) dan enggan (menolong dengan) barang berguna (7).

Imam At Tabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah bertanya kepada Nabi Muhammad tentang orang yang inkar terhadap pahala maupun siksaan Allah dan orang tersebut tak mau taat akan perintah Allah serta tak menjauhi larangannya. Diantaranya  ciri-ciri mereka yaitu:

Pertama. Orang yang tak memberikan hak anak yatim bahkan berani mendzaliminya.

Kedua. Orang yang tak mau peduli untuk berbagi Makanan kepada orang yang membutuhkan terutama saat terjadi pandemi covid 19 seperti sekarang ini.

Baca juga: Inspirasi Surat Al Baqarah 207 tentang Kisah Shuhaib

Ketiga. Orang yang sengaja mengakhirkan shalat fardhu sampai  waktu telah habis.

Keempat. Orang yang pamer akan shalatnya. Ia shalat bukan untuk mencari pahala atau supaya dijauhkan dari siksa tetapi supaya dipuji oleh manusia. Menurut sahabat Ibnu Abbas menjelaskan pada ayat ini yaitu orang-orang munafik yang pura-pura shalat ketika ada orang mukmin serta ia meninggalkan shalat dikala sendirian. Syeh Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya yang berjudul Marah Labid menjelaskan definisi orang yang pamer yaitu

ﻭاﻟﻤﺮاﺋﻲ ﻣﻦ ﻳﻈﻬﺮ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﻋﻨﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻊ ﺯﻳﺎﺩﺓ اﻟﺨﺸﻮﻉ ﻟﻴﻌﺘﻘﺪ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺮاﻩ ﺃﻧﻪ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﻭاﻟﺼﻼﺡ

Orang yang pamer yaitu orang yang memperlihatkan amal perbuatan saat di hadapan manusia serta bertambah khusyu’ supaya orang yang melihatnya menganggap dirinya sebagai orang yang ahli agama dan orang baik

Kelima. Orang yang tak mau membantu orang lain terutama saudara-saudaranya yang membutuhkan dengan tak mengeluarkan zakat yang menjadi kewajiban dirinya.

Dari sini dapat dipahami bahwa orang yang mendustakan agamanya yaitu orang yang tak mampu mengkombinasikan ibadah vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan sesama manusia serta lebih mengedepankan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum dan sudah tak memiliki kepekaan sosial dengan sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *