Surat Al-Baqarah Ayat 42 tentang Larangan Mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan

Menjelang Pilpres 2019 memang banyak intrik politik yang ingin menghalalkan segala cara, mulai membuat berita bohong sampai menggunakan Ayat Al-Qur’an untuk melegitimasi kepentingan mereka. Dalam hal ini, Islam melarang Umatnya agar tak mencampuradukkan kebenaran dengan Kebatilan dengan merujuk Surat Al-Baqarah Ayat 42 yang berbunyi:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (42)

Artinya: Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Menurut Sahabat Ibnu Abbas Ayat ini menjelaskan tentang larangan mencampuradukkan kebatilan dengan kebenaran maksudnya mencampur Sifat-sifat Dajjal dengan Sifat-sifat Nabi Muhammad serta larangan menyembunyikan kebenaran padahal dirinya telah mengetahui.

Ayat ini bertujuan untuk mengkritisi orang-orang Yahudi yang seringkali menyembunyikan kebenaran Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman dan kebenaran Al-Qur’an, alasannya mereka dengki atas diutusnya Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yang berasal dari Bangsa Arab bukan dari Bangsa Israil atau keturunan dari Nabi Ya’kub.

Dari penjelasan ini, sebagai orang mukmin harus menjaga diri dari sikap dengki, iri hati yang akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepentingan sesaat, terutama menjelang Pilpres seperti ini jangan sampai menggunakan Ayat Al-Qur’an demi kepentingan dunia misalnya untuk mencari kekayaan, popularitas atau pengaruh kekuasaan yang bersifat sementara, maka dari itu harus hati-hati dalam menyikapi sesuatu agar hidupnya semakin bermutu.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *