Musafir Boleh Tak Berpuasa, ini Syarat yang harus Dipahami - masholeh.com
0 views
musafir

musafir

Menjelang pertengahan Ramadhan, sebagian umat Islam biasanya ada yang sudah mempersiapkan untuk pulang kampung menggunakan mobil pribadi atau transportasi umum. Salah satu alasan diperbolehkan nya seseorang  tak berpuasa adalah karena bepergian atau musafir. Hal ini seperti penjelasan dalam potongan ayat dalam Surat Al-Baqarah: 184,

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ

Artinya:”Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”

baca juga: Hukum Berwisata Dalam Islam

Agar diperjalanan seseorang diperbolehkan berbuka Puasa maka harus ada syarat yang harus terpenuhi. Dalam hal ini Imam Al-Hisni dalam Kifayatul Akhyar menjelaskan

وأما المسافر فشرط الإباحة له أن يكون سفره طويلا مباحا فلا يترخص في القصير لعدم المبيح ولا في السفر بالمعصية لأن الرخص لا تناط بالمعاصي فلو أصبح مقيما ثم سافر فلا يفطر لأنها عبادة اجتمع فيها السفر والحضر فغلبنا الحضر

Adapun orang yang bepergian (musafir) maka syarat diperbolehkannya berbuka adalah: Pertama,   perjalanannya sudah mencapai jarak yang telah ditentukan maka tak ada keringanan perjalanan dalam jarak dekat. Kedua, perjalanannya bukan untuk maksiat karena hal yang meringankan tak boleh dalam urusan maksiat. Bila pagi hari seseorang tak bepergian (muqim) kemudian memutuskan untuk bepergian (musafir) maka tak boleh berbuka, karena ibadah puasa bila tergabung dua waktu antara saat tak bepergian dan saat diperjalanan maka yang dimenangkan saat tak bepergian.

baca juga: Mengenal Istilah Rukhshah (Keringanan) dalam Islam

Hal ini juga diperkuat oleh dalam Fatawa Ulama’ Al-haramain

وأما إن شرع بعد الفجر أو بيت الصوم في السفر فلا يجوز له الفطر

Adapun bila seseorang hendak bepergian setelah fajar atau niat puasa saat diperjalanan maka ia tak boleh berbuka.

Dari penjelasan ini, seseorang yang diperbolehkan berbuka puasa karena hendak melakukan perjalanan jauh maka ia harus memulai perjalanannya sebelum masuk waktu Shubuh. Bila ia melakukannya setelah Shubuh maka ia harus berpuasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *