Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an

Tafsir Surah Ibrahim Ayat 7 tentang Alasan Manusia Harus Bersyukur

Salah satu bukti bahwa Allah mencukupi segala kebutuhan hambanya adalah Dia memberikan berbagai macam fasilitas yang ada di alam semesta ini untuk kemaslahatan atau kebaikan mereka.

Tergantung manusianya mampu memahami dan merenungi akan pemberian ini atau tidak dan tugas penting yang harus ia lakukan adalah mensyukuri nikmat tersebut supaya tak segera hilang dari dirinya.

Dari sini, Peranan syukur sangat penting bagi kehidupan manusia supaya nikmat yang ia terima semakin bertambah dan berkah serta terhindar dari berbagai macam musibah.

Dalam hal ini, ada penjelasan Al Qur’an yang mengupas keutamaan orang yang bersyukur kehidupannya semakin makmur serta tak cepat tersungkur. Sebaliknya, orang yang ingkar, keburukannya akan segera terbongkar dan usahanya bertambah sukar.

Hal ini berdasarkan penjelasan dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim: 7).

Imam Ar Razi dalam tafsirnya yang berjudul Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut mengisyaratkan bahwa orang yang menyibukkan diri dengan bersyukur atas nikmat-Nya maka Allah akan menambah nikmat kepadanya.

Kategori Nikmat yang Perlu Dipahami

Lebih lanjut Imam Ar Razi menambahkan penjelasannya bahwa bertambahnya nikmat terbagi ke dalam beberapa kategori: 

Pertama, nikmat berupa Ruhani seperti orang yang mensyukuri nikmat akan mengetahui betapa anugerah yang telah dilimpahkan kepadanya sebagai sarana lebih mengenal penciptanya.

Kedua, nikmat jasmani berupa kesehatan dan kesempatan yang telah ia rasakan sehingga ia mampu beraktivitas dan beribadah kepadanya Tuhannya. Ini merupakan nikmat besar yang harus disyukuri sehingga ia menjadi pribadi yang tak rugi.

Imam Al Qusyairi dalam risalahnya mengurtip perkataan Imam Abu Ali Ad Daqqaq yang mengupas hakikatnya syukur yaitu bentuk pengakuan atas nikmat Allah yang didasari sifat rendah hati di hadapan Tuhannya.

Imam Al Mawardi dalam Kitab Adabud Dunya menjelaskan bahwa orang yang inkar atas nikmat Tuhan berarti ia berani menentang kepadanya karena pada hakikatnya Allah dzat yang pemberi nikmat.

Dari penjelasan diatas, sebagai seorang muslim sebaiknya berusaha mensyukuri nikmat yang telah ia terima dengan menggunakan sebaik-baiknya sehingga menambah Keberkahan pada dirinya sendiri maupun orang lain.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)