Tafsir Surat Al-A’raf 204: Tips Agar Mendapatkan Rahmat Allah

Allah maha bijaksana, mengatur segala kehidupan dengan sangat teratur dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Allah juga menjanjikan pahala kenikmatan surga bagi hamba yang mentaatinya, begitu juga mengancam dengan siksaan yang pedih kepada hamba yang durhaka kepadanya.

Salah satu cara agar menjadi hamba yang selalu dirahmati oleh Allah adalah dengan cara mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam Surat al-A’raf, ayat 204 yang berbunyi:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (204)

Artinya: Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

Imam Baidhawi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan para sahabat yang berbicara saat shalat, kemudian diperintahkan untuk mendengarkan bacaan Imamnya, serta merenungi isinya. Sedangkan menurut Imam Thabari dalam tafsirnya mengutip pendapat Imam Mujahid yang menyatakan bahwa maksud ayat ini sebagai perintah untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam Shalat maupun dalam Khutbah Jum’at.

Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa orang yang mau mendengar bacaan Al-Qur’an akan mendapatkan rahmah Allah.Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Syeh Nawawi al-Bantani dalam Tafsirnya.Tak bisa dibayangkan besarnya pahala yang akan diberikan oleh Allah terutama bagi orang yang mau mempelajari, menggali, serta mengamalkan isinya.
Dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa hakikatnya Rahmah ada dua kategori:

Pertama, Allah akan memberikan nikmat yang banyak sekali kepada orang yang ia cintai.

Kedua, Allah akan mengampuni orang yang tercatat akan mendapatkan siksanya.

Ayat diatas memberikan inspirasi yang besar untuk selalu beramal walau hanya sebatas mendengarkan bacaan Al-Qur’an, hal itu sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gang Mujair, 20-10-2018

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *