Shalat, taubat, ibadah, sujud

Tafsir Surat As Shaff ayat 10-11 tentang Amalan yang Paling Menguntungkan di Akhirat

Islam agama yang ramah dan mudah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari juga tak membedakan satu dan yang lainnya semua dianggap sama, yang membedakan hanya ketakwaannya semata.

Begitu juga siapapun yang mau beramal kebaikan baik orang kaya atau orang yang kurang biaya, orang terpelajar atau orang yang kurang belajar, orang mulia ataupun yang hina, pejabat atau rakyat,  semuanya akan mendapatkan pahala yang setimpal tanpa dikurangi sedikitpun.

Amal kebaikan yang dilakukan manusia mampu membawa keberkahan, keuntungan tersendiri terutama dalam urusan akhirat kelak.

Hal ini seperti ayat berikut ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  10 تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 11

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (10) (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (13).

Tafsir Surat As Shaff ayat 10-11 tentang Amalan yang Paling Menguntungkan di Akhirat
Tafsir Surat As Shaff ayat 10-11 tentang Amalan yang Paling Menguntungkan di Akhirat

Menurut imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa para sahabat ingin bertanya tentang amalan paling baik yang dicintai oleh Allah. Lantas turunlah ayat ini.

Sedangkan menurut imam Al Baghawi menjelaskan bahwa amalan baik ini diumpakana perniagaan yang bisa mendatangkan ridha Allah serta mendapatkan pahala surga serta dijauhkan dari neraka.

Imam Ibnu Asyur dalam tafsirnya At-Tahrir wa At Tanwir menjelaskan amalan yang mampu mendatangkan keuntungan dan menyelamatkan dari api neraka. Pertama, beriman kepada Allah dan kepada rasulnya. Kedua, berjihad fi sabilillah dengan sepenuh hati menggunakan harta dan jiwa. Kedua hal ini yaitu iman dan jihad sebagai kunci agar dosa manusia diampuni oleh Allah.

Syeh Nawawi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jihad terbagi menjadi lima macam. Pertama, jihad menggunakan harta. Kedua, jihad dengan raga atau fisik. Ketiga, jihad kepada diri sendiri dengan melawan hawa nafsu syahwatnya. Keempat, jihad yang dilakukan antara dirinya dengan orang lain seperti menghilangkan sifat tama’ atau berharap pemberian orang lain, serta selalu mengasihi mereka. Kelima, jihad yang dilakukan untuk tak tergila akan urusan keduniawiaan tapi menggunakan dunia secukupnya serta dijadikan bekal menuju akhirat.

Dari sini, umat islam harus selalu menjaga keimanannya supaya tak hilang dari dirinya dengan selalu berbuat kebaikan serta selalu memperbanyak dzikir kepada Allah.