Tafsir Surat Ibrahim ayat 27 tentang agar diberikan Keteguhan dalam Keimanan

Kematian memang menjadi teka-teki kehidupan, Hanya Allah yang mengetahui kapan datangnya ajal seseorang. Orang yang beriman belum tentu Khusnul khatimah diakhir hayatnya bisa juga mendekati ajalnya ia melakukan hal yang dilarang sehingga ia mati dalam keadaan yang mengenaskan. Sebaliknya orang non Muslim ketika mendekati ajalnya ia malah beriman kepada Allah, hal itu bisa terjadi karena kematian sengaja dirahasiakan oleh Allah agar manusia selalu Istiqomah dalam keimanan serta mampu memegang kebenaran sampai akhir hayatnya.

Orang yang Istiqamah dalam keimanannya akan diberikan kemudahan dalam memegang ucapan keteguhan atau Qaul Tsabit). Apa sebetulnya pengertian dari Qaul Tsabit)?

Dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim Ayat 27 berbunyi:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (27)

Artinya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”

Imam al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Abbas yang menjelaskan Ucapan yang teguh (Qaul Tsabit) adalah kalimat Lailahailla Allah. 

Sedangkan menurut Abu Al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa ucapan yang teguh (Qaul Tsabit) ini diperuntuhkan bagi orang beriman dan ikhlas dalam beramal serta didasari ketaatan kepada Allah terutama dalam tiga kondisi.

Pertama, Ketika Malaikat maut hendak mencabut nyawa. Dalam hal Ini ada tiga kategori yaitu:

  1. Akan dijaga dari kekafiran dengan istiqamah memegang keimanan dan mati dalam keadaan Islam.
  2. Ia akan mendapatkan kabar gembira dari Malaikat berupa Rahmat dari Tuhan.
  3. Ia akan mengetahui tempat kembalinya ke Surga.

Kedua, ketika Malaikat Munkar dan Nakir hendak mengajukan pertanyaan di alam kubur. Hal ini ada tiga kategori:

  1. Allah akan memudahkan dalam menjawab pertanyaan Malaikat dengan jawaban yang benar.
  2. Allah akan menghilangkan ketakutan, kekhawatiran pada dirinya.
  3. Ia akan mengetahui kedudukan nya di Surga sehingga kubur menjadi bagian taman Surga.

Ketiga, disaat hendak dihisab kelak. Dalam hal ini ada tiga hal penting yang harus dikupas.

  1. Allah akan memudahkannya dalam berargumen setiap pertanyaan yang diajukan.
  2. Hisab amalnya akan dipermudah.
  3. Ia akan mudah melewati segala bentuk kesalahan.

Dari penjelasan diatas diharapkan agar orang Mukmin selalu memegang keimanan yang didasari ilmu akidah yang benar sehingga mampu menangkal hal-hal yang merusak keimanan sehingga ia menjadi manusia yang mendapatkan predikat Khusnul Khatimah atau happy ending yang jaminannya Surga bersama dengan orang-orang yang diridhai-Nya.

Wallahu A’lam.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *