TERLENA DUNIA

Tafsir Surat Saba’ Ayat 15 tentang Kriteria Bangsa yang Makmur

Sebuah bangsa yang ideal yaitu saat mampu memberikan kemakmuran kepada rakyatnya dalam berbagai bidang baik ekonomi, sosial serta keadilan merata juga hukum ditegakkan tak hanya tajam kebawah namun juga ke atas.

Al Qur’an pernah mengkisahkan sebuah bangsa yang makmur dan memiliki peradaban yang tinggi yaitu Saba’. Bangsa ini selalu disebut banyak pihak sebagai bangsa yang ideal dan patut dicontoh konsep maupun cara mewujudkannya.

Hal ini tertuang dalam surat Saba’ ayat 15 yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Artinya:
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. (QS. Saba’: 15).

Tafsir Surat Saba' Ayat 15 tentang Kriteria Bangsa yang Makmur
Tafsir Surat Saba’ Ayat 15 tentang Kriteria Bangsa yang Makmur

Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan suatu ketika Rasulullah pernah ditanya perihal penamaan Saba’, apakah nama tempat atau nama orang. Lantas beliau menjawab bahwa Saba’ merupakan nama seorang laki-laki Arab yang memiliki 10 anak. Ia  bangga dan optimis dengan keberadaan 6 anaknya serta merasa putus asa terhadap 4 anak yang lain.

Kriteria Bangsa yang Ideal

Imam Ar Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maksud bangsa yang baik yaitu bangsa yang dijauhkan dari segala hal-hal yang menyakitkan, tak ada ular mematikan maupun hewan berbisa seperti kalajengking dan juga dihindarkan dari segala bencana. Begitu pula penghuninya saat di dunia terhindar dari segala bentuk siksaan dan di akhirat mendapatkan ampunan dari Tuhan sehingga bangsa tersebut menjadi makmur.

Bangsa yang makmur
Bangsa yang makmur

Imam Izzuddin bin Abdussalam dalam Qawaidul Ahkam menjelaskan bangsa atau negara yang baik adalah kondisi maupun situasinya baik. Pernyataan ini di dukung sebuah hadist yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا. رواه مسلم

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Tempat atau daerah yang paling dicintai oleh Allah yaitu masjidnya dan tempat yang paling dibenci yaitu pasar. (HR. Muslim).

Lebih lanjut Imam Izzuddin menjelaskan bahwa maksud hadits tersebut sebagai kecintaan kepada masjid maksudnya adalah masjid sebagai simbol tempat untuk berdzikir, membaca Al Qur’an, i’tikaf maupun shalat. Sedangkan pasar kadangkala dijadikan sebagai tempat transaksi penipuan atau muamalah yang tak baik.

Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir menjelaskan bangsa yang baik yaitu saat penghuninya mau mensyukuri nikmat dari Tuhannya serta mau mengikuti aturan-aturan dari-Nya sehingga mendapatkan ampunan dari Tuhannya.

Dari sini bangsa yang baik saat mau mengimani ketuhanan yang Maha Esa serta menjalankan perintahnya dengan memperjuangkan keadilan yang merata serta memberikan kemakmuran rakyatnya. Ini senada dengan ayat yang berbunyi

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf: 96).

Kesimpulannya bangsa yang ideal  yaitu saat penduduknya taat mematuhi ajaran dan aturan yang berlaku terutama menjaga keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa serta menjalin hubungan baik kepada sesama manusia walau berbeda pendapat atau keyakinan.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)