Shalat, taubat, ibadah, sujud

Tafsir Surat Yunus 12: Saat Menghadapi Ujian Hidup maka…

Manusia selalu berharap perjalanan hidupnya selalu mulus, dipenuhi dengan fulus, dan usahanya tak putus. Realitanya selalu berbeda dengan yang ada dibenaknya, hidup penuh lika-liku dan rintangan yang selalu menghadang. Maka seharusnya manusia harus selalu doa dan usaha dalam kondisi apapun, Al-Qur’an menyinggung akan prilaku manusia yang sering lupa, terutama dalam Surat Yunus: 12:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (12

Artinya: Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

baca juga Syafa’at Rasulullah di Akhirat yang penting Diketahui, ini Kategorinya

Syeh Nawawi dalam Tafsirnya yang berjudul Marah Labid menjelaskan bahwa Ayat ini menggambarkan bahwa manusia sangat kurang sabar ketika diuji bala’ (ujian), serta sedikit bersyukur tak kala bergelimang akan nikmat, atau hidup makmur. Ia akan memanjatkan doa tak kala sedang susah gundah gulana, namun ketika terlepas dari marabahaya, ia lupa akan segalanya. Sedangkan Imam Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa seorang mukmin bila sedang menghadapi ujian atau musibah, maka ia harus melakukan hal-hal ini:

Pertama, ia harus ridha akan Qadha yang telah ditetapkan oleh Allah, karena pada hakikatnya Allahlah yang memiliki dan menentukan segal urusan makhluk-Nya, maka seharusnya ia bersabar atas ujian itu, serta menggali hikmah dibelakang itu.

Kedua, memperbanyak dzikir kepada Allah, baik menggunakan lisan atau hati, karena halite sebagai penenang hati.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *