Teganya Kau Rebut Masjid Kami

Goresan tinta hitam yang dulu dianggap sepele, sekarang sangat menentukan eksistensi seseorang, organisasi maupun legalitas sebuah bangunan. Disebuah desa kecil ada sebuah Masjid sederhana yang kini dipugar menjadi sebuah toko klontong. Hal ini berawal dari salah satu ahli waris menggugat ke Pengadilan, bahwa tanah yang dijadikan Masjid merupakan bukan tanah wakaf, karena tidak ada surat yang menjelaskan tentang status wakafnya. “Aduh… ahli waris Haji Paijan memang keterlaluan, Tanah Masjid yang…

Baca selengkapnya Teganya Kau Rebut Masjid Kami