Tahukah Kamu 4 Hal ini akan ditanyakan di Akhirat kelak? - masholeh.com
0 views
doa, akhirat

doa, akhirat

Manusia harus berhati-hati dalam menyikapi Segala sesuatu karena akan diminta pertanggungjawaban.

Kehidupan Dunia ini tak selamanya, semua akan cepat berlalu. Semua Manusia akan melaluinya kemudian menuju alam setelahnya yaitu Alam Barzah.Lalu di bangkitkan dari Alam kubur menuju Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya.

Ada beberapa hal yang akan ditanyakan kepada manusia terkait empat hal, seperti keterangan dalam sebuah Hadist Nabi,

ﻭﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺟﺒﻞ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻦ ﺗﺰﻭﻝ ﻗﺪﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻦ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﻓﻨﺎﻩ ﻭﻋﻦ ﺷﺒﺎﺑﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﺑﻼﻩ ﻭﻋﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ اﻛﺘﺴﺒﻪ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﺃﻧﻔﻘﻪ ﻭﻋﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺰاﺭ ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻔﻆ ﻟﻪ

Artinya: diriwayatkan dari Muadz bin Jabal RA, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat kedua kaki manusia akan berhenti untuk dimintai pertanggungjawaban tentang empat hal. Pertama, tentang Umurnya dihabiskan untuk tujuan apa. Kedua, tentang Waktu muda dihabiskan untuk apa. Ketiga, tentang harta, dari mana sumber penghasilannya dan dihabiskan untuk tujuan apa. Keempat, tentang ilmu yang ia miliki, diamalkan atau tidak.” (HR. Imam Bazzar dan Imam Tabrani dengan sanad yang sahih, dan lafadz hadis darinya).

Dari penjelasan ini, manusia harus berhati-hati dalam menyikapi Segala sesuatu karena akan diminta pertanggungjawaban. Maka dari itu kunci dalam mengahadapinya adalah ilmu yang akan menuntun dirinya, itu saja tak cukup, ia  harus mengamalkan ilmunya sehingga menjadi berkah hidupnya, karena ilmu tanpa amal akan terjadi kehampaan, dan amal tanpa ilmu tak akan diterima.

baca juga: 2 Perkara yang Dikhawatirkan oleh Ali Bin Abi Thalib

Ilmu yang bermanfaat adalah yang mampu diaplikasikan, dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari yang menambah kedewasaan dalam berpikir dan bertindak sehingga mampu merubah dirinya dari kehinaan menuju kemuliaan, dari segala keburukan menjadi kebaikan, dari kedangkalan menjadi keterbukaan, dari sifat jahil menjadi seorang yang arif. Dari sini ilmu menuntun seseorang agar mendapatkan hidayah atau petunjuk dari Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *