cinta nabi
Politik

Tahun Politik, Cari Titik Persamaan

Menjelang Pilpres, banyak berita maupun pengggiringan opini kepada masyarakat agar memilih salah satu pasangan. Hal ini sudah dianggap biasa, karena masyarakat kita sudah dewasa menyikapinya dengan berbekal pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Baca juga: nasehat abu hatim kepada para politikus

Salah satu fenomena yang biasa terjadi adalah prilaku sebagian masyarakat kita yang awalnya rukun, ngopi bareng, cuma gara-gara beda pilihan, lambat laun mulai menghindar, dan tak ada lagi tegur sapa walau sekedar lewat media sosial.

Dalam menghadapi realita seperti ini, Ibnu Mulaqqin dalam Tabaqat al-Aulia mengutip Fudhail bin Iyad memberi nasehat yang sangat bijak:

قال: ” من عرف الناس استراح “.

Orang yang mengenal manusia maka mereka akan berprilaku enjoy.

Maksudnya adalah orang yang mengenal karakter berbagai macam manusia apalagi calon presiden maupun wakilnya maka ia akan dewasa menyikapinya karena pada dasarnya mereka juga tak bisa memberi manfaat ataupun madharat apapun kepadanya.

Baca juga: Politik ala Nabi Wajibkah?

Lebih lanjut, Fudhail bin Iyadh menyatakan:

ما أدرك – عندنا – من أدرك بكثرة صيام ولا صلاة، ولكن بسخاء النفس وسلامة الصدر، والنصح للأمة

Tak akan mencapai “kedudukan tinggi seperti kami” orang yang hanya memperbanyak puasa dan shalat, tetapi dengan sifat kedermawanan, dan lapang dada menghadapi perbedaan, serta ada keinginan berbuat baik untuk umat atau masyarakat.

Dari sini dapat dipahami bahwa menjelang Pilpres dibutuhkan sikap kedewasaan yang tinggi, dan semua pihak saling menjaga untuk tak terpancing apapun, dan mengedepankan titik persamaan bukan memperbesar api permusuhan atau perbedaan.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *