wanita, haid

Riya'(Pamer) Dilarang Agama, Ini 4 Tanda-tandanya

Salah satu penyakit hati adalah riya‘ (pamer) dalam urusan ibadah, ia beramal bukan karena mencari Ridha Allah, tetapi mencari popularitas, pujian, bahkan kedudukan di hadapan manusia.
Orang yang ingin mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat harus berusaha mengarahkan dirinya supaya menjadi manusia yang tak gila akan pujian, serta menyadari tujuan hidupnya tak sebatas makan, minum, dan tidur di kasur.

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (110

Artinya: “Barangsiapa mengharap berjumpa dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Menurut Imam Thabari dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa orang yang takut kepada Tuhannya, dengan menjauhi maksiat kepada-Nya serta berharap pahala dari-Nya maka harus ikhlas dalam Ibadahnya.

Abu al-Lais dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib:

ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ , ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ﻟﻠﻤﺮاﺋﻲ ﺃﺭﺑﻊ ﻋﻼﻣﺎﺕ: ﻳﻜﺴﻞ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻭﺣﺪﻩ، ﻭﻳﻨﺸﻂ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻣﻊ اﻟﻨﺎﺱ، ﻭﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ اﻟﻌﻤﻞ ﺇﺫا ﺃﺛﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻳﻨﻘﺺ ﺇﺫا ﺫﻡ ﺑﻪ

Artinya: Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, bahwasannya ia berkata: Orang yang Riya’ (pamer) mempunyai empat tanda. Pertama, Ia merasa malas beribadah saat sendirian. Kedua, Ia rajin saat bersama orang lain. Ketiga, ia bertambah amalnya Ketika dipuji oleh manusia. Keempat, Ia akan berkurang amalnya saat dicela atau dihina.

baca juga: Adab Orang Yang Membaca Al-Qur’an

Maka dari itu sebagai orang yang beriman harus beramal bukan karena ingin dipuji oleh orang lain, tapi karena sebagai bukti syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah dan semata-mata untuk mencari Ridha-Nya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *