Ketahuilah, Keimanan menjadi Sempurna dengan Tiga hal Ini

Keimanan tak hanya sebatas pada ucapan, namun kombinasi hati, lisan dan anggota badan. Keimanan sebagai pondasi amal perbuatan, juga sebagai kontrol diri dalam mengarungi kehidupan.

Keimanan tak hanya sebatas pada ucapan, namun kombinasi hati, lisan dan anggota badan. Keimanan sebagai pondasi amal perbuatan, juga sebagai kontrol diri dalam mengarungi kehidupan.

Ibnu al-Mulaqqin dalam Tabaqat al-Aulia mengutip pernyataan Seorang Ulama’ yang bernama As-Sirri As-Siqti. Ia pernah berkata:

ﺛﻼﺙ ﻣﻦ ﻛﻦ ﻓﻴﻪ اﺳﺘﻜﻤﻞ الإيماﻥ: ﻣﻦ ﺇﺫا ﻏﻀﺐ ﻟﻢ ﻳﺨﺮﺟﻪ ﻏﻀﺒﻪ ﻣﻦ اﻟﺤﻖ، ﻭﺇﺫا ﺭﺿﻲ ﻟﻢ ﻳﺨﺮﺟﻪ ﺭﺿﺎﻩ ﺇﻟﻲ اﻟﺒﺎﻃﻞ؛ ﻭﺇﺫا ﻗﺪﺭ ﻟﻢ ﻳﺘﻨﺎﻭﻝ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ

Artinya: Tiga hal ini bila dimiliki seseorang maka keimanan bertambah Sempurna. Pertama, seseorang tak kala sedang emosi tak sampai keluar dari koridor kebenaran. Kedua, ketika dalam kondisi yang tercukupi, maka ia tak menggunakan untuk suatu kebatilan. Ketiga, Disaat kekurangan, ia tak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa Keimanan seseorang menjadi lebih sempurna tatkala ia menjaga dari hal-hal yang terlarang terutama tatkala sedang sendirian jauh dari keramaian. Juga selalu berbuat kebaikan walau banyak orang yang mencela, membully bahkan mengintimidasinya, karena keimanan menuntun ke jalan kebenaran bukan mengarahkan kepada sesuatu kejahatan maupun kemaksiatan.

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir keimanan seseorang dianggap sah bila sudah mengucapkan Syahadat serta meyakini kebenaran kalimat Tauhid sebagai bentuk pengakuan adanya keesaan Tuhan dan menafikan atau meniadakan segala sifat yang tak patut disandarkan kepada-Nya.

Sedangkan Menurut Syeh Ihsan Jampes dalam Manahijul Imdad ala Syarah  Irsyadul Ibadmenyatakan bahwa dengan memperbanyak membaca Lailahailla Allah atau Tahlil akan menambah terangnya hati serta mampu mengarahkan nafsu dalam dirinya menjadi lebih baik.

Maka Penting bagi kita selalu memupuk keimanan dengan memperbaiki diri dan menguatkan solidaritas kepada sesama agar tercipta manusia yang beriman dan bijaksana.

Leave a Reply