Tiga Kategori Manusia dalam Mengamalkan Ajaran Agama - masholeh.com
0 views
ORANG BERUNTUNG VS BUNTUNG

ORANG BERUNTUNG VS BUNTUNG

Seluruh ajaran agama mengajarkan kebaikan kepada umatnya tidak hanya dalam urusan dunia tapi mencakup urusan akhirat juga. Bila ada orang berbuat kejahatan mengatasnamakan perintah dari agama maka perlu dipertanyakan. Pada dasarnya Agama sebagai penuntun jalan hidup manusia agar ia menjadi orang yang beruntung didunia dengan tercukupi urusan ekonominya, keluarganya bahagia, tetangganya baik, serta mulia dihadapan manusia, juga dalam urusan akhirat dengan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan mendapatkan nikmat yang tak ada batasnya.

Izzuddin bin Abdussalam dalam Qawaid al-Ahkam Fi Mashalih al-Anam menjelaskan bahwa ada tiga kategori orang yang mempraktekkan ajaran agamanya.

Pertama, orang yang lalai, mengabaikan untuk mendapatkan kebaikan untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Kedua, Orang yang berlebihan dalam mendapatkankan kebaikan sehingga ada hak orang lain yang terabaikan.

baca juga: IniTujuan penting kenapa Manusia harus Beragama

Ketiga, Orang yang tak berlebihan dalam mendapatkan kebaikan, ia mampu menerapkannya secara proporsional, sesuai dengan kemampuan sehingga ia istiqamah dalam beramal.

Gambaran ini sesuai keterangan dalam Ayat berikut ini,

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا (29

Artinya:”Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra’:29).

Menurut Imam Thabari dalam Tafsirnya  menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah mengingatkan kepada Nabi agar tak terlalu pelit dalam memberikan sedekah yang harus ditunaikan seperti zakat yang berkaitan hak Allah juga tak terlalu berlebihan dalam memberikan sedekah sampai tak memiliki apapun, sehingga akan menyengsarakan diri terutama bila ada orang yang meminta bantuan kepadanya.

baca juga: Saat Tokoh Agama hanya Pintar Ceramah saja, ini yang akan Terjadi

Dari penjelasan ini, Agama mengajarkan kesederhanaan dalam berbuat, dalam bertindak sehingga tak perlu berlebihan dalam melaksanakannya karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Maka bersikaplah sewajarnya, karena berlebihan termasuk sifat yang tercela terutama dalam urusan agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *