Tips

Tips Agar Hasil Kerja Menjadi Berkah

Kata Berkah berarti bertambah kebaikan. Sedangkan maksud hasil kerja yang berkah adalah bertambahnya kebaikan hasil dalam usaha atau pekerjaan dengan semakin tercukupi segala kebutuhan, serta semakin bertambah ketenangan hidup seseorang.

Setiap manusia akan berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja dan beraktivitas untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga. Uang memang bukan segala-galanya, namun segalanya membutuhkan uang.

Banyak orang yang bekerja, namun tak merasakan hasilnya. Hal ini sebagai gambaran bahwa Allah Dzat yang mengatur semuanya, manusia boleh berusaha, namun Allah yang menentukan hasil akhirnya.

Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghofilin memberikan tips agar penghasilan usaha atau pekerjaan menjadi berkah, harus melakukan lima hal ini, diantaranya:

Pertama, tak mengakhirkan atau mengesampingkan sebuah kewajiban yang berkaitan dengan Hak Allah dengan alasan apapun, atau khawatir akan ada pengurangan gaji. Misalnya Shalat harus dilaksanakan, walau sesibuk apapun.

Kedua, Tak menyakiti orang lain dengan alasan apapun, misalnya takut tersaingi, atau bagiannya akan diambil oleh orang lain. Persaingan dalam sebuah pekerjaan itu wajar, yang tak wajar bila yang tak mau bekerja karena takut tersaingi.

Ketiga, tujuan dalam bekerja tidak lain untuk mencukupi dirinya dan keluarganya, bukan semata-mata untuk menumpuk harta.

Keempat, tak terlalu memberatkan diri dalam bekerja melebihi batas kewajaran, bahkan lupa waktu, sampai lupa keluarga.

Kelima, tak mempunyai anggapan bahwa Rizki yang didapatkan dari hasil pekerjaannya, tapi semata-mata Allahlah yang mengatur segalanya, pekerjaan hanya sebatas usaha saja.

Kelima hal ini bila dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari akan membawa keberkahan tersendiri, yaitu akan bertambah baik hasilnya, tercukupi kebutuhannya, keluarganya mendapatkan ketenangan, sehingga tercipta kehidupan yang tenang dan harmonis karena tercukupi rizkinya.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *