Tujuan Pokok Al-Qur’an Termuat dalam Surat Al-Fatihah - masholeh.com
0 views
Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an

Kisah Umar bin Khattab Menegur Seorang Badui yang Salah Baca Al Qur'an

Imam Suyuti dalam Al-Hawi lil Fatawa pernah ditanya tentang penjelasan maksud  dari Surat al-Fatihah yang berisi semua tujuan pokok al-Qur’an (Maqasid al-Qur’an). Lantas ia menjawab:

والفاتحة لكونها جامعة لجميع مقاصد القرآن وفيها الإشارة إلى جميع الأخبار المتقدمة من بدء الخلق والأمم السالفة من اليهود والنصارى وغيرهم وفيها الإشارة إلى مفاتيح العلوم ومداخلها من أصول الدين والفقه والتصوف

Al-Fatihah memuat isi semua tujuan pokok al-Qur’an karena didalamnya ada petunjuk tentang sejarah tentang penciptaan makhluk, Umat-umat terdahulu baik Yahudi dan Nasrani maupun yang lainnya. Juga didalamnya ada petunjuk bahwa sumber ilmu yang wajib diketahui diantaranya ilmu tentang dasar-dasar agama atau disebut Usuluddin (ilmu yang mengatur tentang sahnya keimanan atau akidah), Fikih (Ilmu yang mengatur tentang sahnya ibadah maupun muamalah, Tasawuf (Akhlak).

baca juga: http://masholeh.com/menyelami-keistimewaan-al-quran/

Dari pemaparan diatas  dapat diambil kesimpulan bahwa al-Fatihah berisi tujuan-tujuan pokok al-Qur’an sehingga Surat itu diberi nama Ummu al-Qur’an atau Ummu al-Kitab (Induknya al-Qur’an). 

Menurut Fakhruddin ar-Razi tujuan al-Qur’an yang tertera dalam Surat al-Fatihah adalah  untuk menetapkan empat hal. Pertama, masalah ketuhanan. Kedua, hari akhir. Ketiga, kenabian. Keempat, menetapkan adannya qadha’ dan qadar. Bahkan al-Baidhawi mengungkap didalam Surat al-Fatihah memuat hikmah-hikmah yang bersifat teoritis, serta hukum yang bersifat praktis (amali) sebagai sarana menuju Shirath al-Mustaqim, dan menjelaskan tingkatan kriteria orang-orang yang beruntung, serta orang-orang yang celaka.

baca juga: http://masholeh.com/al-quran-membawa-misi-ini/

Maka dari itu orang yang memahami isi al-Fatihah seolah akan tergambar isi al-Qur’an secara global. Dan kandungan al-Fatihah terdapat dalam basmalah atau bismillahirrahmanirrahim yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini mengisyaratkan bahwa Rahmat Allah lebih luas, lebih didahulukan mengalahkan murkannya. Sebanyak apapun dosa seorang hamba, walau langit dan bumi seisinya penuh dengan dosanya asalkan ia tak menyekutukan Allah niscaya akan diampun semua dosannya. Dan kandungan basmalah terdapat pada huruf Ba’nya. Hal ini mengisyaratkan bahwa atas izin Allah segala makhluknya bisa ada wujudnya, serta dengan kuasa-Nya Allah mampu menghilangkan maupun menghancurkannya. Ini semua agar manusia mampu mengenal Tuhannya, serta mengetahui tujuan diciptakannya agar hidupnya bahagia dunia sampai akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *