WAKAF

Tujuan Umat Islam Melakukan Wakaf

Islam mengajarkan kepada umatnya akan kehidupan akhirat yang abadi serta segala perbuatan yang dilakukan akan ada konsekwensi yang diterima. Tujuannya adalah agar manusia menyiapkan diri dengan melakukan banyak amal sebelum dirinya mempertanggung jawabkan segalanya.

Untuk menghadapi kehidupan masa depan, islam menganjurkan untuk beramal shaleh seperti sedekah jariyah maupun melalui wakaf yang pahalanya selalu mengalir kepada yang melakukan.

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ رواه الترمذي

Artinya: diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: ketika manusia meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal. Pertama, sedekah jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ketiga, anak yang shaleh yang mendoakan keduanya. (HR. Turmudzi)

Menurut Muhammad Ali bin Alan dalam kitab Dalil Al Falihin menjelaskan bahwa kematian merupakan sebab terputusnya amal manusia. Maksudnya pahala amal menjadi terputus, namun ada tiga hal yang menjadikan pahalanya tetap mengalir seperti penjelasan hadis diatas.

Wakaf merupakan termasuk kategori sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir seperti mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan masjid, madrasah, untuk jalan umum atau untuk tujuan kebaikan yang bisa dimanfaatkan banyak orang seperti membuat sumur supaya diambil airnya.

Tujuan dari wakaf sebagai tabungan akhirat yang kelak akan dirasakan bagi orang yang mau melakukannya. Begitu juga wakaf sebagai bentuk tolong menolong kepada sesame sehingga tercipta keharmonisan dan keadilan yang menjadi prioritas tujuan syari’at agama islam.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)